HeadlineJatengNews Update

Pedagang Johar Minta Pemkot Tunda Pengundian Lapak Gelombang Kedua

×

Pedagang Johar Minta Pemkot Tunda Pengundian Lapak Gelombang Kedua

Sebarkan artikel ini
Pedagang Johar Minta Pemkot Tunda Pengundian Lapak Gelombang Kedua

Semarang, 24/8 (BeritaJateng.tv) – Perwakilan pedagang Pasar Johar kembali mendatangi kantor Walikota Semarang untuk meminta agar Pemerintah Kota Semarang menunda pengundian lapak pedagang Pasar Johar gelombang kedua.

Pasalnya, menurut para pedagang, pengundian gelombang pertama belum sepenuhnya tuntas.

Salah seorang perwakilan pedagang, Burhan mengatakan masih ada sekitar 80 an pedagang asli Pasar Johar yang hingga saat ini masih bertahan di bekas relokasi MAJT lantaran belum mendapat lapak yang sesuai dengan zonasi.

Pedagang yang belum mendapat undian nomor lapak berasal dari pedagang konveksi, bumbon hingga aksesoris.

Misalnya saja, zonasi konveksi yang seharusnya berada di Cagar Budaya Johar Utara bawah, namun hingga saat ini justru ditempati oleh pedagang kacamata.

“Keputusan Pak Wali, untuk segera memasukkan para pedagang yang hingga saat ini belum mendapat tempat yakni dengan cara pedagang kacamata yang ada di Johar Utara bawah akan dinaikan ke atas, lalu tempat yang kosong itu  akan dipakai pedagang asli Johar Utara yakni konveksi yang memang sesuai dengan zonasi,” kata Burhan usai melakukan audiensi tertutup dengan Walikota Semarang di Balaikota Semarang, Selasa (23/8).

Selain itu ada puluhan lapak di Johar Tengah dan Selatan yang amsih disegel oleh Satpol PP karena pedagang yang mendapat lapak tersebut tidak menempatinya selama kurun waktu tiga bulan, akan segera dibuka dan diberikan kepada pedagang asli Johar yang memang belum mendapat lapak sama sekali.

Nantinya, setelah ada surat resmi dari Dinas Perdagangan, maka para pedagang yang belum mendapat lapak akan melakukan klarifikasi ke kantor Satpol PP untuk bisa mendapatkan lapak yang yang tadinya disegel.

“Mekanismenya nanti untuk membuka segel itu pedagang ke Satpol PP untuk klarifikasi karena tempat tersebut akan ditempati pedagang baru yang sebenarnya memang pedagang asli johar,” ungkapnya.