Hukum & Kriminal

Uang Hasil Rampokan Tertinggal, Pelaku Perampokan Bersenjata Sempat Balik ke Lokasi

×

Uang Hasil Rampokan Tertinggal, Pelaku Perampokan Bersenjata Sempat Balik ke Lokasi

Sebarkan artikel ini
perampokan bersenjata
Para pelaku perampokan bersenjata yang tertangkap sempat kembali ke lokasi lantaran uang hasil rampokan tertinggal. Foto: Yovita - beritajateng.tv

SEMARANG, beritajateng.tv – Senin (3/4/2023) lalu Polda Jawa Tengah telah menangkap 3 orang pelaku perampokan bersenjata di Cilacap, Jawa Tengah.

Ketiga pelaku perampokan bersenjata tersebut yakni Saiun alias Buang (39), Sarwanto alias Iwan (40), dan Sugiono alias Kowo (45).

Sebelumnya para pelaku melakukan aksi perampokan bersenjata kepada seorang agen bank di sebuah toko kelontong di Kaliwungu, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap.

Atas kejadian itu, Nasirun (45) sang pemilik toko kelontong menjadi korban tembak oleh komplotan perampokan berenjata tersebut. Tumit kaki kirinya menjadi sasaran tembak salah seorang pelaku.

Selain Nasirun, seorang warga lain yang hendak menolongnya pun terkena tembak. Gunawan tertembak peluru si pelaku di lutut kaki sebelah kanannya.

Usai penyelidikan, para pelaku ternyata merupakan residivis. Sugiono sang otak perampokan merupakan residivis kasus kepemilikan senjata api. Ia bahkan baru saja keluar dari Lapas Bekasi dengan status bebas bersyarat pada November 2022 lalu.

Mereka ialah residivis yang telah bolak-balik masuk bui. Komplotan itu dalam setiap aksinya selalu melakukan perencanaan yang matang termasuk pada kasus perampokan di Cilacap itu.

BACA JUGA: Gondol Uang Rp 100 Juta, Pelaku Perampokan Bersenjata Api Tertangkap di 3 Tempat Berbeda

Kronologi Penembakan oleh Pelaku Perampokan Bersenjata

“Ketiga pelaku mendatangi toko kelontong milik Nasirun di Kaliwungu, Kedungreja, Kabupaten Cilacap. Korban diminta menunjukkan tempat penyimpanan uang,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Johanson Ronald Simamora.

Selanjutnya, komplotan tersebut menembak sebanyak lima kali di lokasi kejadian. Dua di dalam rumah, dua ke arah korban, dan satu untuk menakuti warga saat kembali ke lokasi kejadian.

Menurut Kapolda Jateng Irjen Pol. Ahmad Luthfi, pelaku Sugiono nekat menembak korban lantaran sang korban hendak merebut senjata yang ia bawa. Usai menembak korban, ia dan komplotannya pun pergi meninggalkannya.

Mereka kabur dan ternyata belum membawa uang. Kemudian mereka pun kembali lagi dan masuk ke dalam toko untuk mengambil uang sekaligus mengambil DVR CCTV.

Pada aksi penembakan itu, total ada lima peluru yang mereka tembakkan, namun pihak Kombes Johanson Ronald Simamora hanya menemukan empat proyektil dua dari tubuh korban, dua sisanya dari dalam rumah korban.

“Dari hasil Labfor, ditemukan proyektil yang ditembakkan (pelaku perampokan bersenjata) dalam rumah. Sedangkan proyektil ke luar tidak ditemukan. Jadi alur senjata ditembakkan tidak ada, dan itu merupakan senpi rakitan,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp