Pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo Dilanjut, Progres Capai 30 Persen

Pengerjaan pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang.

Semarang, 14/10 (BeritaJateng.tv) – Progres pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang telah mencapai 30 persen. Meski sempat molor, proyek senilai Rp 10,7 miliar itu kembali dikerjakan.

Bahkan, proyek tersebut ditargetkan rampung pada 28 Desember 2022 dan bisa digunakan di awal 2023.

Menurut Kabid Binamarga DPU Kota Semarang, Suriyaty, pihaknya optimistis jembatan kaca rampung sebelum batas kontrak.

“Pembangunan fisik Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang tak lebih dari 50 persen. Sisanya adalah material pabrikan,” jelasnya.

Dilanjutkannya, material pabrikan seperti kaca dan lainnya tinggal dikirim dan dipasang. “Namun pemasangan tetap menunggu konstruksi utamanya jadi,” paparnya.

Setelah rampung, Suriyaty menerangkan, proyek tersebut akan diserahterimakan.

“DPU hanya membangun, setelah itu akan diserahkan ke dinas terkait,” jelasnya.

Adapun Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono mengatakan, molornya pembangunan jembatan kaca karena kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaan.

“Namun tahun ini pembangunan kembali dilanjutkan oleh rekanan baru,” kata Suharsono.

Dia menjelaskan, pemilihan rekanan untuk melanjutkan pembangunan jembatan kaca melalui sistem lelang sesuai persyaratan.

“Rekanan yang dipilih minimal mampu dari segi keuangan, serta punya kualitas yang baik,” jelasnya.

Suharsono juga menjelaskan, ratusan pembangunan di Kota Semarang akan dikerjakan tahun ini. “Total ada 152 proyek yang akan dikerjakan tahun ini,” ucapnya.

Dari ratusan pekerjaan, dia menjelaskan, 149 proyek sudah dilakukan lelang dan mulai dikerjakan.

“Sisanya masih proses lelang, seperti  pemindahan kandang sapi di Perumahan Bukit Manyaran Permai (BMP) Kelurahan Sadeng,” terangnya.

Ditambahkannya, DPRD Kota Semarang terus berkoordinasi dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkot Semarang, untuk mengawasi progres pembangunan.

“Kami juga berterima kasih atas kinerja ULP, karena berhasil melakukan efisensi Rp 60 miliar dalam proses lelang,” tambahnya. (Ak/El)

Leave a Reply