SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana memasang 120 kamera pengawas atau CCTV analitik di sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Teknologi berbasis kecerdasan buatan ini untuk memantau kondisi sampah di TPS maupun secara real time selama 24 jam.
Kepala Dinas Kominfo Kota Semarang Didik Dwi Hartono mengatakan, pemasangan CCTV untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah sekaligus mencegah penumpukan di TPS.
Menurutnya, sistem ini akan terhubung langsung dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sehingga proses pengangkutan bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Kami menambah sekitar 120 CCTV yang terpasang di TPS lingkungan permukiman, pasar, dan titik pembuangan liar. Tujuannya agar pemantauan kondisi sampah bisa terlaksana secara otomatis dan berkelanjutan,” kata Didik.
Didik menyebut, kamera tersebut memiliki teknologi analitik berbasis AI yang mampu mendeteksi kondisi TPS secara otomatis.
Ketika volume sampah sudah melebihi kapasitas kontainer atau terlihat menumpuk di sekitar lokasi, sistem akan langsung mengirimkan notifikasi kepada petugas.
BACA JUGA: Cegah Sampah Menggunung Lagi, Pemkot Semarang Pasang Pagar dan CCTV di TPS Muktiharjo Kidul
“CCTV itu akan konek ke DLH kota Semarang kemudian nanti ketika sudah penuh otomatis akan terdeteksi. Tujuannya mendeteksi sampah yang ada di TPS. Apabila sampah itu sudah overload atau melebihi kontainer akan terkirim notifikasi ke petugas,” imbuh Didik.
Selain memantau TPS resmi, Diskominfo juga menargetkan pemasangan kamera di titik-titik rawan pembuangan sampah liar. Menurut dia, CCTV ini untuk menekan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan.
Didik memastikan proses pemasangan saat ini masih dalam tahap persiapan dan ditargetkan selesai pada tahun ini.
Dia berharap teknologi tersebut mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Semarang agar lebih responsif dan efisien.
“Dengan pemantauan berbasis teknologi, kami ingin memastikan pengangkutan sampah bisa dilakukan tepat waktu, sehingga lingkungan tetap bersih,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





