SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, angkat bicara terkait kabar penangkapan Bupati Pati, Sudewo, dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Gus Yasin mengaku pemerintah provinsi baru mengetahui informasi tersebut dari pemberitaan media dan masih menunggu penjelasan resmi dari KPK.
“Ini baru kami mendengar lewat media bahwa memang ada OTT terkait Bupati Pati. Kita sama-sama menunggu bagaimana nanti dari KPK memberikan penjelasan,” ujar Gus Yasin saat dijumpai di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa, 20 Januari 2025.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh upaya penegakan hukum yang dilakukan KPK.
BACA JUGA: Profil Bupati Pati Sudewo yang Kena OTT KPK, Pernah Tantang Warga Demo Besar-besaran
“Kami dari Pemerintah Jawa Tengah tentu mendukung KPK untuk penegakan hukum. Dan kami mengimbau kepada seluruh kepala daerah di Jawa Tengah khususnya, dan seluruh Indonesia, mari kita hindari, kita berintegritas, kita jaga bersama-sama untuk tidak melakukan tindakan-tindakan korupsi,” tegasnya.
Saat ditanya terkait sikap pemerintah provinsi selama proses hukum berjalan, Gus Yasin menekankan pentingnya menghormati proses yang sedang dilakukan lembaga penegak hukum.
“Kan saat ini belum diumumkan oleh KPK. Kami masih nunggu semua. Kami hormati proses-proses itu, kami enggak bisa ngapa-ngapain selama belum ada pengumuman resmi dari KPK,” katanya.
Pastikan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di Pati Tetap Berjalan
Gus Yasin memastikan roda pemerintahan di Kabupaten Pati tetap berjalan normal meski kepala daerahnya terseret kasus hukum. “Kami pastikan berjalan,” ujarnya singkat.
Ia juga menegaskan penanganan banjir di wilayah Pati tidak terganggu oleh kabar OTT tersebut. Menurutnya, pemerintah provinsi bersama pemerintah pusat terus melakukan pendampingan di wilayah terdampak banjir Pantura timur.
“Selama ini enggak ada gangguan. Kami pantau dan kami dampingi, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Penanganan banjir ini tidak bisa parsial, karena Kudus, Pati, dan Demak itu satu wilayah yang tidak terpisahkan,” jelasnya.





