SEMARANG, beritajateng.tv – Penangkapan Bupati Pati, Sudewo, melalui operasi tangkap tangan (OTT) KPK langsung menyedot perhatian masyarakat luas.
Proses pemeriksaan intensif terhadap Sudewo masih berjalan sejak Senin, 19 Januari 2026. Publik kemudian menyoroti laporan harta kekayaan Sudewo yang tercatat melebihi Rp31,5 miliar tanpa kewajiban utang.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan keterlibatan Sudewo dalam operasi tersebut. Pernyataan itu ia sampaikan kepada wartawan pada hari yang sama.
“Benar, salah satu pihak yang kami amankan dalam peristiwa tertangkap tangan Pati adalah saudara SDW,” kata Budi.
Sudewo merupakan politikus nasional yang menjabat sebagai Bupati Pati periode 2025 hingga 2030. Terseretnya Sudewo dalam OTT KPK Januari 2026 menambah daftar kasus kepala daerah.
Profil Bupati Pati Sudewo yang Terjaring OTT KPK
Sudewo sendiri lahir pada 11 Oktober 1968. Ia berasal dari Pati, Jawa Tengah, serta tumbuh sebagai putra daerah.
Riwayat pendidikan Sudewo bermula dari SMA Negeri 1 Pati periode 1985 sampai 1988. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret tahun 1993. Pendidikan lanjutan berlanjut melalui Magister Teknik Pembangunan Universitas Diponegoro tahun 2001.
Karier politik Sudewo berlangsung cukup panjang. Ia pernah menjadi anggota DPR RI selama dua periode. Periode pertama berlangsung tahun 2009 sampai 2013 melalui Partai Demokrat.
Periode berikutnya terjadi tahun 2019 sampai 2024 bersama Partai Gerindra. Ia juga aktif dalam struktur DPP Partai Gerindra sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi.
BACA JUGA: Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, Gerindra Jateng Tegaskan Dukung Pemberantasan Korupsi
Sudewo memenangkan Pilkada Serentak 2024 bersama Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra. Pelantikan berlangsung pada 20 Februari 2025. Pasangan tersebut menggantikan kepemimpinan Bupati Haryanto untuk masa jabatan baru.





