SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan penanganan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Hingga kini, penyaluran air bersih dari Pemprov Jateng kepada masyarakat terdampak telah mendekati 8,5 juta liter.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan penanganan kekeringan ԁilakukan bersama sejumlah unsur, mulai dari BPBD, PMI, Pemprov Jateng hingga TNI-Polri.
Luthfi mengungkap, penanganan kekeringan tidak hanya menyasar kebutuhan air masyarakat, tetapi juga lahan pertanian, khususnya sawah tadah hujan.
“Yang sawah tadah hujan sudah kami berikan beberapa daerah untuk melakukan kegiatan sumurisasi atau pipanisasi,” kata Luthfi saat beritajateng.tv jumpai di Kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah, belum lama ini.
BACA JUGA: Solo Raya Terbanyak, Daftar Tragedi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah 2026
Sementara untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, kata Luthfi, Pemprov Jateng menggunakan metode tangkinisasi. Penyaluran air bersih tersebut ԁilakukan di sejumlah daerah yang telah ԁipetakan terdampak kekeringan.
“Untuk masyarakat itu kami menggunakan tangkinisasi. Dan itu beberapa daerah sudah kami petakan dan sudah ԁidistribusikan. Hari ini sudah mendekati angka 8,5 juta liter kami distribusikan kepada masyarakat. Dan ini akan terus bergerak melihat situasi dan kondisi wilayah kita,” ujarnya.
Luthfi berharap kondisi kekeringan tidak sampai mengganggu target produksi padi Jawa Tengah tahun ini.
“Ya, moga-moga tidak meleset. Semoga tidak meleset, karena kita kan tahu prioritas kita yang hari ini apa,” tandas dia.
Belum Ada Laporan Gagal Panen Akibat Kekeringan
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan mengenai gagal panen akibat kekeringan.
“Kalau gagal panen, kami belum dapat laporan. Tapi tentu saja kan situasi ini terkait dengan pola tanam dan sebagainya, teman-teman tani kan juga sudah menyesuaikan dengan situasi curah hujan yang ada,” ujar Sumarno saat ԁitemui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, belum lama ini.





