SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima hibah dua truk remise dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) sebagai kendaraan pengendali inflasi (Kendil).
Serah terima truk BI pengendali Inflasi itu berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Jateng di Kota Semarang, Kamis, 9 Januari 2025.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan bahwa dua truk tersebut sebelumnya untuk distribusi uang oleh BI Jateng. Kini, truk ini akan berfungsi sebagai kendaraan pengangkut bahan pokok untuk mendukung pengendalian inflasi di wilayah Jateng.
BACA JUGA: Bank Indonesia dan Pemerintah Perkuat Sinergi Bangun Negeri Gelar PTBI 2024
“Harapannya kehadiran dua truk ini dapat menjangkau lokasi yang lebih luas dan memaksimalkan pengendalian inflasi di Jawa Tengah,” ucap Sumarno.
Ia menjelaskan bahwa Kendil akan mendukung setiap kegiatan operasi pasar. Yang harapannya dapat menjaga harga kebutuhan pokok di pasaran tetap terkendali. “Secara psikologis, keberadaan operasi pasar akan memengaruhi harga di pasar,” tambahnya.
Dua truk ini melengkapi empat kendaraan pengendali inflasi lainnya yang sudah dioperasikan oleh PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda). “Dengan lebih banyak kendaraan, jangkauan pun akan lebih luas, sehingga inflasi di Jawa Tengah dapat terjaga,” kata Sumarno.
Truk Pengendalian Inflasi
Ia menegaskan bahwa tantangan terkait inflasi ke depan akan terus ada. Dan kehadiran dua truk ini harapannya dapat memperkuat upaya pengendalian inflasi di Jawa Tengah.
Kepala BI Jateng, Rahmat Dwisaputra, menyatakan bahwa kedua truk hibah tersebut akan segera bermanfaat untuk mengantar kebutuhan pokok di Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.
Rahmat menjelaskan bahwa dalam upaya pengendalian inflasi. Truk ini akan PT Jateng Agro Berdikari manfaatkan untuk membeli bahan pokok langsung dari kelompok tani.
“PT Jateng Agro Berdikari bisa menyerap bahan pokok dari BUMD di kabupaten/kota yang melakukan gerakan pangan murah dengan membeli langsung dari petani. Dengan cara ini, inflasi harapannya tetap terjaga,” jelasnya.





