Jateng

Penanganan Darurat Tanah Tergerus Delta Asri Libatkan Ratusan Relawan

×

Penanganan Darurat Tanah Tergerus Delta Asri Libatkan Ratusan Relawan

Sebarkan artikel ini
Sejumlah relawan bergerak cepat menangani pengikisan tanah akibat kerusakan drainase di Perumahan Delta Asri V di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)
Sejumlah relawan bergerak cepat menangani pengikisan tanah akibat kerusakan drainase di Perumahan Delta Asri V di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan relawan bergerak cepat menangani pengikisan tanah akibat kerusakan drainase di Perumahan Delta Asri V. Lokasi kejadian berada di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Aksi gotong royong tersebut merespons kekhawatiran warga yang meningkat.

Relawan datang dari berbagai unsur. Keterlibatan meliputi BPBD Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Semarang, PMI, TNI, Polri, TRC, Tagana, Baguna, serta warga setempat. Kolaborasi lintas sektor mempercepat penanganan darurat.

Tim teknis memasang trucuk pada kedua sisi tanah yang tergerus. Langkah itu bertujuan menahan perluasan longsoran. Upaya tersebut juga melindungi bangunan rumah warga sekitar.

Kondisi lapangan menunjukkan pengikisan terus melebar. Penurunan tanah terjadi cukup signifikan. Beberapa rumah warga mengalami retak pada dinding bangunan.

Salah satu warga, Dwi Suryani (37), menyampaikan kondisi rumahnya. “Seperti dinding bagian belakang rumah saya sekarang sudah retak hingga lima sentimeter,” ujarnya, Selasa, 17 Februari 2026.

Dwi menyampaikan kekhawatiran lanjutan. Menurutnya, pengikisan berpotensi melebar saat hujan lebat. Curah hujan tinggi beberapa pekan terakhir memperparah risiko.

BACA JUGA: Rumah Warga Nyaris Menggantung Akibat Longsor, Pemkab Semarang Kucurkan Bantuan Dana

Selain itu, penurunan tanah di sekitar bangunan berpotensi bertambah. Dampak kerusakan rumah pun dikhawatirkan meningkat. “Makanya saya masih khawatir kerusakannya semakin parah, tapi mau pindah juga pindah ke mana. Karena rumah yang saya tempati ini saja sekarang masih mengangsur,” tambahnya.

Ketua RT 03 Perum Delta Asri V, Yogi Prasetya, menjelaskan awal persoalan. Kerusakan bermula dari pecahnya buis gorong-gorong pada 2023. Air kemudian menggerus tanah di sekitar saluran.

Proses pengikisan berlangsung bertahap. Kedalaman saluran memanjang kini hampir lima meter. Jalan perumahan terdampak dan akhirnya terputus.

“Tahun 2024 lalu, jalan masih bisa dilalui sepeda motor saja. Namun awal Februari 2026 kemarin menjadi terputus total,” jelas Yogi. Ia menambahkan kondisi memburuk saat hujan tinggi. “Desember kemarin masih bisa dilewati walau setapak. Tapi awal Februari, saat curah hujan sangat tinggi, dalam waktu sekitar satu bulan langsung ambrol besar dan benar-benar terputus,” katanya.

Warga sudah melaporkan kerusakan kepada pengembang sejak awal. Namun, penilaian awal menganggap kondisi belum parah. Penanganan menyeluruh pun belum terlaksana.

BACA JUGA: Tanah Longsor Landa Sejumlah Titik Selama Dua Hari, Warga Kaligawe Kian Was-was

Kerusakan yang semakin parah menimbulkan kecemasan berkelanjutan. Warga RT 03 khawatir longsoran terus melebar. Penanganan permanen menjadi harapan utama.

“Kami bersyukur keluhan kami direspons dan hari ini dilakukan penanganan darurat dengan pemasangan trucuk terlebih dahulu, sebelum dilakukan penanganan secara permanen,” tandas Yogi. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp