SEMARANG, beritajateng.tv – Bupati Semarang, Ngesti Nugraha memastikan, Pemkab Semarang segera menangani bencana alam yang terjadi di wilayah Ungaran dan sekitarnya.
Hal ini bupati tegaskan saat meninjau lokasi terdampak longsor di Dusun Indrakila, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin 16 Februari 2026.
Menurut bupati, di wilayah dusun ini ada dua titik lokasi longsor dan kondisinya cukup berat. Masing-masing lahan pekarangan milik Murah salah satu warga dan talud jalan utama desa.
Penanganan ini, jelasnya, telah dikoordinasikan dengan BPBD serta DPU Kabupaten Semarang. Untuk talud jalan akan dilakukan penataan jalan dan penguatan talud yang amblas oleh DPU.
“Karena jalan ini merupakan jalan kabupaten,” jelas Bupati Semarang, terdampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan dan Kapolsek Ungaran Barat, Kompol Sugiyarta.
BACA JUGA: Marak Demo Ricuh, Bupati Semarang Ngesti Nugraha Ajak Warga Tangkis Berita Tak Benar
Sementara lahan longsor yang membuat rumah Murah yang nyaris menggantung, lanjut bupati, nanti akan BPBD Kabupaten Semarang bantu dengan dana sebesar Rp 15 juta dalam bentuk material kebutuhan.
Selain longsor di Dusun Indrakila, jelas bupati, untuk bencana serupa di wilayah Desa Nyatyono, di Kecamatan Sumowono serta longsor yang mengakibatkan jembatan di perumahan Delta Asri, Desa Leyangan.
Selasa besok, untuk lokasi yang terdampak banjir di beberapa lokasi banjir luapan juga akan di lakukan survei oleh Pemkab Semarang bersama BBWS Pemali-Juana untuk kebutuhan penanganan.
“Dari survei bersama ini nanti akan ditentukan kapan dan bagaimana penanganan untuk banjir tersebut,” tegas Bupati Semarang.
Kepala Desa (Kades) Lerep, Sumaryadi, menambahkan, di wilayah Desa Lerep ada beberapa titik lokasi longsor. Namun yang terparah ada di Dusun Indrakila.
“Namun sebenarnya ada juga dua titik kerusakan saluran irigasi pertanian terdampak. Itu yang dikhawatirkan akan bisa mengganggu program ketahanan pangan desa,” jelasnya.





