Nenek korban, KUS (52), mencari cucunya ke sekolah namun tak mendapatkan hasil. KUS pun melapor ke ibu korban, Ati (39), dan langsung mencari ke pelosok sekolah, tetapi tak menemukan keberadaan korban, baik di kelas maupun kamar mandi.
“Ati minta CCTV sekolah ke salah satu guru, korban terlihat telah keluar dari sekolah. Akhirnya Ati nge-share ke grup orang tua dan paguyuban murid, minta tolong apakah ada yang melihat korban,” tutur dia.
Zainal menuturkan, salah satu orang tua wali murid memberi tahu bahwa lelaki asing yang mengendarai motor matic kecil di daerah Palgunadi memboncengkan korban sekitar 200 meter jauhnya dari SDN Bulu Lor.
BACA JUGA: Pelaku Penculikan Siswi SDN Bulu Lor Semarang Tertangkap, Begini Modus dan Kronologinya
Keluarga korban pun meminta tolong kerabatnya untuk berpencar mencari korban. Akhirnya, pada pukul 6 sore, paman korban, Dedi, menemukan keponakannya yang pelaku bonceng di depan SMAN 14 Semarang, Jalan Kokrosono, menggunakan Honda Mio tengah melaju kencang.
“Terjadi pengejaran oleh Dedi hingga di depan SMKN 10 Jalan Kokrosono; motor pelaku dipalang hingga tidak bisa lari. Ketika pelaku tertangkap, Dedi tanya kenapa bawa keponakannya. Alasanya, kangen adiknya yang sudah meninggal. Kemudian Dedi hubungi Atik kalau sudah ketemu korban. Setelah itu pelaku diamankan di pos security Bendungan Gerak, depan SMKN 10 sambil menunggu Polsek Utara datang,” terangnya.
Jika FARW tak tertangkap, Zainal menyebut kemungkinan pelaku bakalan tewas lantaran kena keroyok massa.
“Kalau tidak diamankan, mungkin pelaku bisa mati oleh massa, karena banyak orang lewat geregetan mendengar anak SD diculik akan diajak berbuat cabul. Setelah ketemu, Ati memeluk korban yang ketakutan seperti terhipnotis dan menangis,” jelas dia.
Pelaku minta korban pegang kemaluannya, iming-imingi uang Rp12 ribu
Lebih jauh, menurut keterangan dari korban, FARW mengaku sebagai mahasiswa yang tengah menggarap tugas biologi membuat video anak-anak SD.





