Operasi kelompok tersebut berlangsung secara terstruktur. Para pelaku terlebih dahulu mencari target melalui aplikasi kencan dan media sosial.
Himawan menuturkan, ada asisten marketing yang secara khusus bertugas menyaring calon korban. Mereka melakukan swipe akun di Tinder maupun Bumble, lalu memulai percakapan apabila target merespons.
“Bila korban membalas, maka lanjut dengan chatting, menanyakan alamat, dan membalas percakapan semenarik mungkin agar target tertarik untuk memindahkan percakapan melalui aplikasi WhatsApp,” kata Himawan.
Setelah korban mulai percaya, asisten marketing menyerahkan kontak tersebut kepada marketing yang bertugas membangun hubungan lebih dalam dan mengarahkan korban untuk berinvestasi.
Mereka kemudian mengarahkan korban untuk mengakses situs trading palsu bernama tradingcryptoconvert.net melalui tautan lifetradingcrypto.com yang sistemnya telah pelaku manipulasi.
“Korban yang mulai terpikat kemudian pelaku arahkan melakukan transfer investasi melalui website tradingcryptoconvert.net dengan link www.lifetradingcrypto.com yang telah termanipulasi sistemnya, sehingga seluruh dana korban masuk ke jaringan pelaku,” jelasnya.
Menurut Himawan, para pelaku menjanjikan keuntungan besar dari investasi kripto maupun trading digital. Namun setelah korban menyetor dana secara bertahap dan dalam jumlah besar, uang tersebut justru masuk ke jaringan pelaku dan tidak dapat korban tarik kembali.
Pelaku Pria Menyamar jadi Wanita, Siapkan Model Asli untuk Video Call dengan Korban
Salah satu fakta yang terungkap dalam penyidikan ialah sebagian besar marketing ternyata menggunakan identitas perempuan palsu untuk mendekati korban.
Himawan menyebut banyak pelaku berjenis kelamin laki-laki, namun memperkenalkan diri sebagai perempuan ketika berkomunikasi dengan target warga Amerika Serikat.
“Marketing itu tugasnya dia berpura-pura menjadi wanita. Sasarannya adalah target warga negara Amerika. Jadi marketing itu bisa laki-laki bisa perempuan, tapi kalau kita lihat di foto tersangka ini lebih banyak laki-laki,” ujarnya.





