SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkap dugaan awal penyebab kebakaran Gunung Bromo yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Emil menyebut kelalaian manusia menjadi salah satu dugaan pemicu munculnya api di kawasan Gunung Bromo. Meski demikian, pemerintah belum melakukan penelusuran secara mendalam karena masih memprioritaskan proses pemadaman.
“Kita tidak memungkiri bahwa memang ada kemungkinan faktor kelalaian dan faktor manusia di dalamnya yang menjadi awal dari munculnya api tersebut. Namun demikian sekali lagi fokus kita saat ini adalah pada pemadaman,” kata Emil, Senin, 10 Agustus 2026.
Titik Api di Puncak P-30 Berhasil Dipadamkan
Emil mengatakan petugas sebelumnya memusatkan pemadaman di kawasan Puncak P-30 yang menjadi salah satu titik awal kebakaran.
Kebakaran di kawasan tersebut berdampak pada area sekitar 520 hektare. Pemerintah memastikan petugas telah berhasil mengendalikan titik api di Puncak P-30.
Namun, petugas masih menemukan titik api baru di kawasan lain. Salah satunya berada di kawasan Penanjakan, tepatnya di Lembah Dingklik.
BACA JUGA: Gunung Bromo Kembali Terbakar, Ternyata Ini Penyebab Kebakaran yang Terus Berulang
Emil belum dapat memastikan apakah titik api baru tersebut berasal dari aktivitas manusia atau penyebaran api akibat tiupan angin.
“Kita tidak bisa memastikan apakah memang berasal dari insiden lain yang melibatkan tindakan manusia atau dengan adanya angin bisa membawa apakah itu daun, apakah itu material tertentu yang bisa kemudian ikut terbawa angin dan ternyata bisa menyebarkan api ke titik yang tidak berlokasi langsung bersebelahan, tapi terbawa oleh angin,” ujarnya.
Kebakaran Gunung Bromo Rawan Terjadi Saat Kemarau
Menurut Emil, kondisi musim kemarau turut meningkatkan risiko kebakaran di kawasan Gunung Bromo. Cuaca kering membuat berbagai material di sekitar kawasan lebih mudah terbakar.
Ia menyebut banyak faktor yang dapat memicu munculnya api selama musim kemarau. Karena itu, pemerintah meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan.
“Terlalu besar dan terlalu beragam variabel yang bisa memicu di saat musim kemarau seperti ini,” katanya.
Emil menambahkan, kebakaran akibat berbagai faktor juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Indonesia. Kondisi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
“Ini memang sebagaimana saya sampaikan juga ini juga terjadi di seluruh Indonesia di banyak titik. Tadi kami rakor dengan Menko Polkam, ini terjadi meskipun penyebabnya beragam,” ujarnya.
Kronologi Kebakaran Gunung Bromo
Kebakaran Gunung Bromo pertama kali diketahui pada Senin, 3 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.
Api kemudian meluas ke sejumlah kawasan di TNBTS. Petugas gabungan langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah kebakaran semakin meluas.
Kondisi tersebut membuat Balai Besar TNBTS menutup sementara seluruh akses wisata menuju kawasan Gunung Bromo mulai Sabtu, 8 Agustus 2026.
BACA JUGA: Terungkap Kerugian Besar Gunung Bromo Dampak Kebakaran Flare Prewedding
Hingga kini, pemerintah masih memprioritaskan pemadaman dan pengendalian titik api. Sementara itu, penyelidikan mengenai penyebab pasti kebakaran Gunung Bromo akan dilakukan setelah kondisi di lapangan lebih terkendali. (*)





