SEMARANG, beritajateng.tv – Gunung Bromo kembali mengalami kebakaran hutan dan lahan pada Senin, 3 Agustus 2026. Kobaran api melahap kawasan savana di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan dilaporkan terus meluas hingga mencapai wilayah Kabupaten Probolinggo.
Petugas gabungan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih berjibaku memadamkan api. Medan yang terjal serta kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.
Untuk mempercepat penanganan, BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing guna menjinakkan api yang terus membesar di kawasan konservasi tersebut.
BACA JUGA: Wow! Ternyata ini 5 Fakta Menarik Gunung Bromo yang Padat Pengunjung untuk Rayakan Nataru
Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan publik, mengapa Gunung Bromo sering mengalami kebakaran?
Penyebab Gunung Bromo Sering Kebakaran
Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru bukanlah kejadian baru. Hampir setiap musim kemarau, kawasan savana dan padang ilalang di Bromo berpotensi mengalami kebakaran, baik dalam skala kecil maupun besar.
Meski tidak ada catatan pasti mengenai jumlah kejadian, tokoh masyarakat Tengger, Supoyo, pernah menyebut kebakaran di kawasan Bromo merupakan siklus yang kerap terjadi setiap beberapa tahun.
“Sehingga dalam jangka waktu tertentu memang lahan di kawasan TNBTS selalu terjadi kebakaran,” ujar Supoyo pada September 2023.
Secara alami, kebakaran terpicu oleh cuaca panas yang berkepanjangan saat musim kemarau. Kondisi vegetasi yang didominasi ilalang dan semak kering membuat api sangat mudah menyebar ketika muncul titik api.
Selain faktor alam, aktivitas manusia juga beberapa kali menjadi penyebab kebakaran di Gunung Bromo.
Kebakaran Bromo Pernah Terpicu Flare Prewedding
Salah satu kebakaran terbesar terjadi pada 2023. Saat itu, api muncul akibat penggunaan flare dalam sesi foto prewedding di kawasan Bukit Teletubbies.
Insiden tersebut menghanguskan ratusan hektare savana dan kawasan hutan di TNBTS. Peristiwa itu sempat menjadi perhatian nasional karena menyebabkan penutupan sementara objek wisata Gunung Bromo.




