SEMARANG, beritajateng.tv – Peringatan Hari Kartini di Kota Semarang tahun ini berlangsung sederhana, namun sarat makna. Pemerintah Kota Semarang menggelar apel dengan busana adat dan talkshow, sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan peran perempuan dalam pembangunan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa perempuan di Kota Semarang memiliki kontribusi besar, terutama di sektor kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
“Walaupun peringatan tahun ini berjalan secara sederhana, maknanya sangat dalam. Perempuan di Semarang itu hebat dan mandiri, terutama para penggerak di Posyandu yang berperan langsung menjaga kesehatan masyarakat,” kata Agustina.
Ia menyoroti peran kader Posyandu yang menjadi garda terdepan dalam memantau kesehatan ibu dan anak, termasuk pemenuhan gizi dan nutrisi. Menurutnya, kontribusi mereka sangat membantu pemerintah dalam memastikan program berjalan tepat sasaran.
“Mereka bukan pegawai pemerintah, tetapi relawan yang bekerja dengan penuh dedikasi. Hasilnya, kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat,” ujarnya.
Agustina menambahkan, peringatan Hari Kartini tahun ini memang tidak berlangsung secara besar-besaran karena pemerintah sedang menerapkan efisiensi anggaran. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat perempuan dalam berkontribusi.
“Kesederhanaan ini tidak mengurangi peran perempuan sebagai penggerak pembangunan. Justru menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi nyata,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Kota Semarang juga terus mengembangkan berbagai fasilitas ramah perempuan dan anak, mulai dari taman hingga ruang publik yang aman dan inklusif.
BACA JUGA: SPMB 2026 Semarang Prioritaskan Siswa Miskin, 33 Sekolah Swasta Gratis Disiapkan
“Kami sedang menyiapkan berbagai fasilitas ramah perempuan dan anak. Prinsip utamanya adalah menciptakan kesetaraan dan rasa aman bagi semua,” jelas Agustina.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya saling menghormati, termasuk dalam komunikasi sehari-hari. Menurutnya, candaan yang kurang tepat bisa berpotensi menjadi bentuk pelecehan jika tidak di jaga.
“Hal-hal kecil seperti cara berbicara harus kita perhatikan. Kita ingin lingkungan yang saling menghargai, terutama bagi perempuan,” ujarnya.





