SEMARANG, beritajateng.tv – Puluhan siswa SDN Polaman Semarang menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada hari ini, Selasa, 23 Juli 2024.
Mereka menggelar salat gaib untuk mendoakan anak-anak Palestina yang gugur karena serangan Israel. Salat gaib berlangsung secara khidmat meski sejumlah siswa baru pertama kali melaksanakan salat gaib.
Plt Kepala SDN Polaman, Lia Maylani, mengatakan, pihaknya sengaja menggelar peringan HAN dengan pelaksanaan salat gaib. Tujuannya, sebagai bentuk prihatin terhadap anak-anak di Palestina menjadi korban serangan Israel.
Semua siswa, termasuk siswa baru kelas satu dan orang tuanya, diajak memanjatkan doa bersama-sama agar anak-anak di Palestina memiliki kesabaran dan kekuatan untuk menghadapi cobaan tersebut.
“Saya selalu teringat dengan anak-anak di Gaza, yang tidak bisa bersekolah saat di sini ketika bisa masuk sekolah,” katanya kepada beritajateng.tv.
Lia menyampikan, Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengedukasi para siswa untuk memberikan perhatian kepada sesama manusia. Terutama, bagi siswa yang beragama Islam.
Sehingga, ia berharap, dengan pelaksanaan salat gaib di Hari Anak Nasional ini, para siswa SDN Polaman dapat memiliki tenggang rasa kepada anak-anak di Palestina.
“Sebagai anak yang beruntung, berbeda dengan nasib anak-anak di Gaza. Karena ini Hari Anak Nasional, sangat prihatin melihat anak kecil yang tidak berdosa, kita doakan bersama,” sambungnya.
Tanamkan karakter P5 kepada siswa di Hari Anak Nasional
Lebih lanjut, peringatan Hari Anak Nasional ini bersamaan dengan momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Lia menyebut, pelaksanaan salat gaib juga merupakan salah satu upaya dalam penanaman karakter kepada siswa.
“Kita betul-betul mengutamakan karakter, apalagi setelah libur lumayan lama. Saat masuk sekolah itu kalau memang karakter anak sudah terprogram, itu betul-betul diterapkan,” ucap Lia.
BACA JUGA: Kecil-kecil Cabai Rawit, Sang ’Local Hero Cilik’ Ini Penggerak Peduli Lingkungan
Harapannya, dengan kegiatan-kegiatan religi seperti ini, siswa dapat mendalami karakter yang sesuai dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
“Ketertiban, kebersamaan, menghindari bullying itu nomor satu untuk anak-anak. Kalau mereka sudah disiplin, sudah tertib, pasti pembelajaran itu akan mudah,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





