Gaya Hidup

Peringati Hari Buruh Internasional, Ratusan Buruh Lakukan Aksi Demo pada 1 Mei Mendatang

×

Peringati Hari Buruh Internasional, Ratusan Buruh Lakukan Aksi Demo pada 1 Mei Mendatang

Sebarkan artikel ini
Hari Buruh Internasional
Ilustrasi Hari Buruh Internasional 2026. (freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tanggal 1 Mei tercatat sebagai Hari Buruh Internasional, yang akan menghadirkan sebuah aksi demonstrasi oleh ratusan ribu buruh di Indonesia.

Kegiatan tersebut rencananya berlangsung secara serentak di 38 provinsi dan mencakup lebih dari 350 kabupaten atau kota.

Adapun untuk wilayah Jabodetabek, jadwalnya mulai pada pukul 10.00 WIB. Berikut adalah sejumlah tuntutan yang akan disampaikan dalam demonstrasi tersebut.

BACA JUGA: PDIP Terkesan Terlalu Demokratis, Laksamana Sukardi Soroti Minimnya Kaderisasi dan Sikap Oposisi

Hari Buruh Internasional 2026

Berikut ini isi tuntutan dari berlangsungnya aksi demo pada 1 Mei mendatang. Pertama, mendesak pengesahan revisi Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan.

Kedua, menolak sistem outsourcing serta menentang praktik upah rendah. Said juga mengingatkan kembali janji Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri peringatan May Day tahun 2025.

Ketiga, menghentikan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK). Said menjelaskan bahwa potensi PHK semakin meningkat setelah pecahnya konflik di Timur Tengah yang berdampak pada naiknya harga bahan bakar industri.

BACA JUGA: Anggaran Terkesan Tak Sesuai dengan Kualitas MBG, Warga Pati Demo di Depan SPPG

Sedangkan isu keempat yakni tentang reformasi pajak bagi semua guru pekerja atau karyawan dengan anggaran yang harus bertambah.
Tuntutan kelima adalah mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT).
Terakhir yakni sebuah perlawanan korupsi, KSPI serta Partai Buruh yang tetap berpendapat RUU terkait perampasan aset harus resmi sah.
Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati setiap tanggal 1 Mei memiliki akar dari perjuangan kaum pekerja di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19, terutama terkait tuntutan pemberlakuan jam kerja delapan jam per hari.
Puncak dari gerakan tersebut terjadi dalam peristiwa Tragedi Haymarket di Chicago pada tahun 1886, ketika aksi demonstrasi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi bentrokan berdarah. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp