SEMARANG, beritajateng.tv – Suasana berbeda tampak di Pasar Pon, Pasar Hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Selasa, 21 April 2026. Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para pedagang kompak mengenakan busana bernuansa Jawa.
Aktivitas pasar pada hari pasaran Pon kali ini terlihat lebih semarak dibandingkan hari-hari biasa. Para pedagang Pasar Pon, mulai dari penjual makanan hingga pakan burung, mengenakan kebaya, surjan bermotif lurik, hingga blangkon, sehingga menciptakan pemandangan yang menarik.
Salah satu pedagang di los kuliner, Sri Utami (53), mengatakan bahwa Hari Kartini merupakan momen istimewa, khususnya bagi perempuan. Ia turut merayakannya dengan mengenakan kebaya sederhana.
BACA JUGA: Peringatan Hari Kartini 2026, Sumanto dan Rober Christanto Gaungkan Keteladanan Nyai Ageng Karang
“Ini cara kami untuk ikut merayakan hari yang spesial ini,” ujarnya.
Sri mengaku tidak melakukan persiapan khusus. Ia hanya mengenakan kebaya koleksi pribadi tanpa perlu menyewa, serta riasan wajah sederhana seperti aktivitas sehari-hari. Menurutnya, perbedaan paling terasa adalah pada busana yang dikenakan.
“Biasanya saya memakai celana jin dan kaus. Sekarang memakai kebaya, jadi beberapa gerakan memang lebih terbatas. Tetapi saya bangga bisa ikut merayakan Hari Kartini bersama pedagang lainnya,” tambahnya.
Pedagang Pasar Pon Ambarawa Baru Pertama Kali Kenakan Kebaya
Pedagang lainnya, Jariyah (51), mengaku baru pertama kali berjualan dengan mengenakan kebaya di Pasar Pon. Ia mengikuti imbauan pengelola pasar untuk mengenakan busana tradisional dalam rangka peringatan Hari Kartini.
“Awalnya hanya mengikuti imbauan, tetapi ternyata suasananya jadi berbeda dan menyenangkan,” katanya.
Kepala UPTD Puskeswan, Pasar Hewan, dan RPH Kabupaten Semarang, Muhammad Hidayat, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini di Pasar Pon menjadi momentum positif untuk mengenang perjuangan pahlawan sekaligus melestarikan budaya Jawa.
BACA JUGA: Peringatan Hari Kartini di Semarang, Wali Kota Dorong Perempuan Mandiri
Menurutnya, kegiatan tersebut telah melalui diskusi dengan paguyuban pedagang dan disosialisasikan sejak satu bulan sebelumnya. Respons pedagang pun sangat positif. “Hari ini terlihat suasana Pasar Pon menjadi berbeda dan lebih semarak,” ujarnya.
Hidayat menambahkan, peringatan Hari Kartini yang bertepatan dengan hari pasaran Pon menjadi momentum langka untuk menampilkan jati diri bangsa melalui aktivitas para pedagang.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi gerakan positif yang berdampak pada kesejahteraan pedagang, termasuk dalam meningkatkan kesadaran tertib retribusi di lingkungan Pasar Hewan Ambarawa. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




