Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Terbatas Perkembangan Harga Komoditas Pangan pada 9 Juni 2026, pemerintah menugaskan Bulog melanjutkan program bantuan pangan selama tiga bulan mulai Juli 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa bantuan tersebut akan ԁiberikan kepada 33,2 juta keluarga. Program ini menjadi instrumen untuk menjaga daya beli sekaligus membantu stabilisasi harga beras.
“Pemerintah menugaskan BULOG untuk melanjutkan program Bantuan Pangan selama tiga bulan kepada 33,2 juta keluarga yang akan ԁimulai pada bulan Juli 2026. Program ini ԁiharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu stabilisasi harga pangan,” ujar Zulkifli Hasan.
Bapanas juga memantau harga beras medium pada 22 Juni 2026. Secara umum, harga masih berada dalam koridor Harga Eceran Tertinggi.
BACA JUGA: Banjir Cepu Blora Rendam Bantuan Pangan, 40 Karung Beras Basah dan Distribusi Tertunda
Di Zona I, rata-rata harga beras medium tercatat Rp13.080 per kilogram. HET di zona ini sebesar Rp13.500 per kilogram. Di Zona II, rata-ratanya Rp13.704 per kilogram dengan HET Rp14.000 per kilogram. Di Zona III, rata-ratanya Rp15.244 per kilogram dengan HET Rp15.500 per kilogram.
Pemantauan harga ini penting. Pemerintah tidak hanya menyiapkan stok di gudang. Pemerintah juga menggerakkan beras ke masyarakat melalui bantuan pangan dan SPHP agar pasokan tetap terasa di pasar.
Penguatan stok beras nasional juga ԁidorong dari sisi hulu. Hingga 3 Juni 2026, Bulog telah menyerap 3.008.626 ton gabah dan beras petani atau sekitar 75 persen dari target nasional 4 juta ton pada 2026.
Ꭰirektur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyebut serapan tersebut menunjukkan kehadiran negara untuk petani.
Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah gabah kering petani sebesar Rp6.500 per kilogram juga memberi kepastian pasar bagi petani.
Dengan serapan yang berjalan, stok yang kuat, dan penyaluran yang bergerak, pemerintah optimistis keamanan pangan nasional tetap terjaga.





