Jateng

Perkuat Ruang Aman Berseni di Semarang, Seniman Dibekali Edukasi Cegah Kekerasan Seksual

×

Perkuat Ruang Aman Berseni di Semarang, Seniman Dibekali Edukasi Cegah Kekerasan Seksual

Sebarkan artikel ini
sosialisasi ruang aman korban kekerasan seksual seniman
Sosialisasi ruang aman dan kanal pengaduan untuk korban kekerasan seksual bagi seniman di Kota Semarang di Radja Art & Boutique Hotel Simpang Lima Semarang, Jumat, 7 Agustus 2026 malam. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Setelah meluncurkan kanal pengaduan “Suarakan, Lindungi, Lawan”, Dewan Kesenian Semarang (Dekase) bersama Yayasan Sahwahita menggelar sosialisasi ruang aman bagi seniman di Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut untuk memperkuat pencegahan sekaligus membuka akses pendampingan bagi korban kekerasan seksual di lingkungan seni.

Acara tersebut terhadiri Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Krisseptiana, Ketua Umum Dewan Kesenian Semarang Adhitia Armitrianto, Pendamping Hukum Yayasan Sahwahita Ninik Jumoenita.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Krisseptiana, menegaskan bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan harus menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kesenian yang sehat. Menurutnya, kualitas suatu peradaban dapat dilihat dari sejauh mana masyarakat mampu memberikan perlindungan kepada mereka yang rentan mengalami kekerasan.

“Kualitas peradaban di ukur dari cara kita melindungi kelompok rentan. Perlindungan bukanlah pembatas kreativitas, melainkan fondasi agar seni tumbuh dengan martabat,” ujarnya saat acara di Radja Art & Boutique Hotel Simpang Lima Semarang pada Jumat, 7 Agustus 2026 malam.

BACA JUGA: Pengamat Undip Setujui Ide Pemekaran Provinsi di Jawa Tengah: Pansela Tertinggal dari Pantura

Krisseptiana juga mengajak seluruh pelaku seni di Kota Semarang untuk bersama-sama menciptakan lingkungan berkesenian yang aman, mulai dari panggung pertunjukan, studio, galeri, hingga sanggar seni. Ia berharap seluruh ruang kreatif dapat menjadi tempat yang bebas dari rasa takut bagi siapa pun yang berkarya.

“Mari jadikan setiap panggung, studio, galeri, dan sanggar sebagai ruang aman untuk berkarya tanpa rasa takut,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ruang seni yang berkualitas bukan hanya melahirkan karya-karya terbaik, tetapi juga mampu menjaga martabat perempuan serta memberikan perlindungan kepada anak-anak yang terlibat dalam kegiatan seni.

“Ruang seni yang sejati adalah ruang yang merawat martabat perempuan dan melindungi senyum anak-anak kita. Mari mulai dari komunitas kita hari ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Psikolog Yayasan Sahwahita, Irnida, mengatakan sosialisasi ini merupakan puncak dari rangkaian peluncuran kanal pengaduan yang sebelumnya telah diperkenalkan kepada publik.