“Jadi, masih banyak kendala. Nah, yang terpenting adalah penanganan rob untuk sementara ini sudah dibahas di Bappeda Provinsi Jateng termasuk adanya sayembara penanganan itu. Sayembara ini diadakan karena kita tidak ingin kehilangan desa lagi akibat rob. Kita lakukan langkah penyelamatan,” ujar dia.
Pengambilan langkah cepat, Lanjut Winarti, sekarang inilah waktu yang tepat dan jangan ditunda dan bahkan hanya sekedar wajana belaka jika tidak mau tiga desa tersebut hilang dimakan tingginya air pasang yang semakin tak terkontro, oleh sebab itu blue print yang dibuat Bappeda Provinsi Jateng ini nanti kita harapkan bersama bisa menjadi acuan yang pasti dalam penanganan bencana di pesisir Demak tersebut,pungkasnya. (BW/El)





