SEMARANG, beritajateng.tv – Tak hanya kebutuhan pokok, kebutuhan energi pun akan mengalami peningkatan jelang Lebaran 2024. Kebutuhan gas elpiji 3 kilogram pun tak luput dari peningkatan permintaan.
Hal itu tersampaikan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Boedya Dharmawan, Sabtu, 30 Maret 2024.
“Hasil komunikasi dan koordinasi kami dengan Pertamina akan ada peningkatan sampai angka 4,5 persen [elpiji 3 kg] dari hari biasa,” ujar Boedya.
Untuk mengantisipasi kelangkaan gas elpiji 3 kg di Jateng, Boedya mengaku pihaknya akan menjaga stok bersama dengan lintas sektor. Sehingga, ia memastikan stok gas elipiji 3 kilogram di Jateng selalu tersedia.
BACA JUGA: [HOAKS] Cara Menghemat Elpiji dengan Merendam
Baginya, pendistribusian gas elipiji 3 kilogram menjadi fokus Dinas ESDM saat ini.
“Kita harus memikirkan dan membantu bagaimana pendistribusian saat menjelang hari Lebaran sampai sesudah Lebaran, karena saat itu kondisi transportasi dan jalan sedang mengalami peningkatan. Macet mungkin akan jadi prediksinya, tapi stok dijamin aman,” tegasnya.
Ia berharap, tak ada bencana alam seperti banjir yang menghalangi distribusi gas elpiji 3 kilogram di Jawa Tengah.
“Semoga nanti tidak ada bencana yg menggangu pendistribusian atau jalan crowded (padat) yang mengganggu distribusi gas elpiji 3 kilogram tersebut. Menyikapi Lebaran, pemerintah baik Forkompinda, kebencanaan, relawan akan membantu pendistribusian,” tegasnya.
BACA JUGA: LPG Mendadak Langka di Blora, Tembus Rp30 Ribu
Tak hanya itu, bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite juga diprediksi akan meningkat permintaannya sebanyak 23 persen.
“Peningkatan kebutuhan BBM terutama Pertalite tentu saja karena transportasi akan meningkat. Tentu itu linear dengan kebutuhan BBM-nya, orang mudik, maupun kepentingan lain selama proses hari raya,” jelasnya.
Namun, Boedya menuturkan adanya penurunan permintaan terhadap BBM jenis lainnya berupa Bio Solar.
“Sedangkan bio solar malah saat hari H Lebaran akan ada penurunan 9 persen, karena memang distribusi logistik sudah mulai berhenti pada H-3 sampai H+7,” pangkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





