“Dengan filosofi “membuka kesempatan, membangun harapan, dan berbagi kebahagiaan”, Java United FC selalu ingin menghadirkan kebaikan dalam sepak bola. Bahwa sepak bola adalah olahraga yang menghibur dan menyenangkan bagi semua golongan dan tingkatan usia.
Atas kejadian dan kericuhan, dengan segala pemicu dan penyebab keributan, saat pertandingan Persija vs Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Sabtu (19/9/2026), kami menyayangkan hal tersebut.
Kami menyerahkan sepenuhnya segala proses penyelesaian masalah dan kejadian tersebut kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Kami yakin, setiap kejadian ada penyebab dan pemicunya yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh Komdis.” Terima kasih.
Lebih lanjut dalam pernyataan resmitersebut, klub tidak menyinggung dugaan kekerasan verbal oleh Dirtek Achmad Resal Octavian. Manajemen Java United FC juga tidak menyinggung nasib Achmad Resal Octavian ke depan di klub tersebut.
Manajemen Java United telah menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut kepada Komdis PSSI. (*)
Editor: Diaz A Abidin





