“Kalau hanya berbicara akan difasilitasi, akan dianggarkan, itu mungkin mudah, tapi yang perlu menjadi catatan adalah apakah benar-benar akan dilaksanakan,” ujar Farid.
Namun demikian, Farid menyebut bahwa adanya “Duduk Bareng Rektor” ini menunjukkan bahwa Suharnomo sebagai Rektor Undip yang baru membuka dialog secara terbuka.
“Harapannya ini dapat menjadi kultur baru di Undip, untuk pimpinan, pejabat Undip lebih transparan,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





