“Waktu perencanaan tahun 2026 itu ada permintaan dari Banggar untuk kita mulai mengganti baju Linmas yang berada di Satpol PP,” ungkapnya.
Namun, dalam pembahasan selanjutnya, sebagian anggaran tersebut dialihkan untuk mendukung kegiatan literasi, khususnya lomba menulis cerita pendek.
“50 persen sisa anggarannya kita kirimkan ke Arsip untuk menambah satu kategori lomba menulis cerita pendek yang khusus SMA,” katanya.
Agustina mengatakan, kategori SMA ditambahkan karena sebelumnya lomba tersebut hanya mencakup tingkat SD, SMP, dan umum.
“Ini juga permintaan dari kawan-kawan SMA karena waktu itu kategorinya hanya tiga, SD, SMP, kemudian umum,” ujarnya.
Dengan penambahan tersebut, lomba menulis cerita pendek kini memiliki empat kategori, yakni SD, SMP, SMA, dan umum.
Selain kategori baru, Pemkot Semarang juga mengalokasikan anggaran untuk coaching clinic. Program tersebut penting untuk memberikan pendampingan kepada peserta dalam mengembangkan kemampuan menulis.
“Proses coaching clinic ini sangat penting di dalam membuat cerita pendek bagi anak-anak. Ini malah tidak ada. Maka kita adakan coaching clinic-nya dan kita tambahkan satu kategori,” tuturnya. (*)





