Hukum & Kriminal

Plot Twist Pengeroyokan di Kafe Jalan Veteran Semarang: Rekaman CCTV Utuh Sebut Nathan Bukan Pengeroyok, tapi ‘Juru Damai’

×

Plot Twist Pengeroyokan di Kafe Jalan Veteran Semarang: Rekaman CCTV Utuh Sebut Nathan Bukan Pengeroyok, tapi ‘Juru Damai’

Sebarkan artikel ini
Plot Twist Keributan Kafe Jalan Veteran Semarang: Rekaman CCTV Utuh Sebut Nathan Bukan Pengeroyok, tapi 'Juru Damai'
Klarifikasi kasus pengeroyokan di kafe Jalan Veteran Semarang. (Steve Arie/beritajateng.tv/

SEMARANG, beritajateng.tv – Tabir gelap di balik bentrokan berdarah di area parkir sebuah kafe Jalan Veteran, Lempongsari, Gajahmungkur, Semarang, perlahan mulai terkuak.

Peristiwa riuh yang terjadi pada pertengahan malam pertimur, 1 Agustus 2026 pukul 03.20 WIB lalu, kini menghadirkan jalan cerita anyar yang mengejutkan.

Jika di awal narasi Nathan dtuding sebagai pelaku pengeroyokan terhadap seorang pengacara muda bernama Mahir Maulana Jaya (27), fakta berbeda justru terpampang nyata lewat rekaman CCTV berdurasi utuh.

Bukan datang untuk menyerang, Nathan yang bertubuh jangkung itu justru terekam datang ke tengah arena perkelahian sebagai sosok yang berupaya meredam amarah.

Kuasa hukum Nathan, Zainal Abidin Petir, membeberkan bukti rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan kronologi kejadian secara presisi kronologi pengeroyokan di cafe Veteran Semarang itu. Dari video visual utuh tersebut, eskalasi emosi sejatinya sudah membara sebelum kedatangan Nathan.

BACA JUGA: Viral Pengeroyokan di Jalan Pahlawan Semarang, Polisi Ringkus Tukang Parkir Penembak Airsoft Gun 

Tampak seorang anggota TNI menjadi sasaran pemukulan oleh sejumlah orang. Dalam pusaran aksi saling pukul itu, Mahir kuat dugaan ikut terlibat aktif sebelum Nathan menginjakkan kaki di area parkir kafe.

“Nathan berusaha melerai. Karena Nathan tinggi, cara melerainya dengan merangkul dan menjauhkan dari tempat keributan,” tegas Zainal Abidin Petir sembari menunjukkan detail rekaman visual kejadian pengeroyokan di Veteran Semarang kepada awak media, Selasa (29/9/2026).

Langkah Nathan merangkul dan menarik mundur para pelaku perkelahian merupakan ikhtiar menghentikan gesekan agar tak memakan korban lebih banyak.

Naas bagi Nathan, niat baik memutus mata rantai kekerasan itu justru mendapat balasan kepalan tangan. Pelipis matanya terluka, dan kacamata yang ia kenakan hancur berkeping-keping akibat serangan di tengah kekacauan.

Kehadiran video utuh ini sekaligus melayangkan kritik tajam terhadap potongan video pendek yang sempat beredar dan menjadi acuan laporan awal ke Polrestabes Semarang. Zainal mempertanyakan integritas bukti video yang pihak pelapor sodorkan kepada tim penyidik.