“Kami mengatur jadwal belajar bergantian. Siswa kelas 1 masuk pukul 07.00 sampai 10.00 WIB, sedangkan kelas berikutnya mulai pukul 10.00 hingga 13.30 WIB. Yang terpenting proses belajar tetap berjalan,” katanya.
Endah menambahkan, SDN 03 Sendangmulyo memiliki tiga rombongan belajar untuk kelas 1 dengan masing-masing berisi 28 siswa.
Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini, sekolah bahkan terpaksa menolak sejumlah pendaftar karena kapasitas ruang belajar sudah penuh.
Ia mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pendidikan yang langsung melakukan peninjauan ke lokasi.
“Alhamdulillah kemarin sore Dinas Pendidikan sudah datang, ruang kelas yang rusak sudah di ukur. Kami mendapat informasi akan segera ada perbaikan oleh Pemerintah Kota Semarang,” pungkasnya.
Gunakan Ruang Kelas Lain Bergantian
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, M. Ahsan memastikan penanganan berjalan segera. Karena kondisi ruang kelas sudah masuk kategori rusak berat.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan bergerak cepat melakukan evakuasi sehingga seluruh siswa berhasil di selamatkan,” kata Ahsan.
Ia menjelaskan, seluruh material pohon yang menimpa bangunan telah dibersihkan melalui koordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Saat ini, asesmen kerusakan juga telah selesai berjalan untuk mempercepat proses rehabilitasi.
“Karena ini kondisi darurat, perbaikannya akan kami percepat. Ruang kelas tersebut sudah tidak bisa dipakai sehingga harus segera ditangani agar siswa tidak terlalu lama belajar bergantian,” tegasnya.
Menurut Ahsan, penyesuaian jadwal belajar berjalan tanpa mengurangi layaan pendidikan. Dinas juga memperhatikan kondisi psikologis siswa kelas 1 yang baru memulai tahun ajaran baru agar tidak mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
“Yang paling penting anak-anak tetap semangat datang ke sekolah. Kalau mereka kita liburkan terlalu lama justru khawatir muncul rasa takut. Karena itu kami memilih solusi belajar bergantian sambil menunggu ruang kelas selesai perbaikan,” pungkasnya. (*)





