Pendidikan

Pohon Tumbang Saat KBM di SDN Sendangmulyo 03, Siswa Selamat Meski Kelas Rusak Parah

×

Pohon Tumbang Saat KBM di SDN Sendangmulyo 03, Siswa Selamat Meski Kelas Rusak Parah

Sebarkan artikel ini
Pohon Tumbang Saat KBM di SDN Sendangmulyo 03, Siswa Selamat Meski Kelas Rusak Parah
Kondisi ruang kelas rusak parah akibat tertimpa pohon raksasa di sekitar SD Negeri Sendangmulyo 03, Tembalang, Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri (SDN) 03 Sendangmulyo, Kota Semarang, sempat diwarnai kepanikan setelah sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa salah satu ruang kelas, Senin, 27 Juli 2026.

Beruntung, seluruh siswa dan guru berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Pantauan di lokasi pada Selasa, 28 Juli 2026, ruang kelas 1A tampak mengalami kerusakan cukup parah.

Rangka atap, plafon, hingga bagian bangunan rusak setelah tertimpa batang pohon dan proses evakuasi berjalan. Akibatnya, ruang kelas itu tidak lagi dapat sekolah gunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala SDN 03 Sendangmulyo, Kuntarti Endah Sarini, mengatakan pohon tumbang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat proses pembelajaran sedang berlangsung.

“Suara gemuruhnya sangat keras sehingga membuat anak-anak dan guru panik. Alhamdulillah semua yang berada di dalam kelas selamat. Hari ini siswa kelas 1A juga tetap masuk sekolah dan tidak mengalami trauma,” ujar Endah.

Ia menjelaskan, pohon yang roboh bukan berada di lingkungan sekolah, melainkan di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ketileng yang berbatasan langsung dengan sekolah.

BACA JUGA: Ironi Sekolah di Pusat Kota Semarang, Atap Rapuh Dimakan Rayap Ruang Kelas SDN Pendrikan Lor 02 Nyaris Roboh 

Pohon berusia ratusan tahun itu diduga sudah lapuk sehingga tiba-tiba tumbang meski saat kejadian tidak disertai angin kencang.

“Itu pohon di area makam, bukan milik sekolah. Pohonnya sudah kering dan di bagian bawah sering ada aktivitas pembakaran. Kemungkinan kondisi itu membuat batangnya keropos hingga akhirnya roboh,” jelasnya.

Menurut Endah, konstruksi tembok pembatas dan rangka baja ringan atap sekolah ikut menahan batang pohon sehingga benturan tidak langsung mengenai siswa maupun guru yang berada di dalam ruang kelas.

Meski satu ruang kelas rusak, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergantian agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti pelajaran tanpa mengurangi jam belajar.