Kasus tersebut bermula saat seorang perempuan berusia 18 tahun bersama rekannya tengah bersantai di kawasan Embung PT Zanzibar, Desa Sidokumpul, pada 29 April 2026. Situasi berubah ketika dua pria tak dikenal datang menggunakan sepeda motor Honda Vario hitam tanpa pelat nomor.
Anwar mengatakan kedua pelaku langsung mengancam korban menggunakan senjata tajam sebelum merampas barang berharga milik mereka.
“Pelaku menodongkan golok sepanjang 30 sentimeter sambil mengancam korban dengan mengatakan, ‘Diam kamu daripada saya bunuh!’,” ujar Anwar.
Setelah berhasil menguasai korban, pelaku membawa kabur dua telepon genggam serta uang tunai yang tersimpan di dalam casing ponsel korban.
Penyelidikan kemudian mengarah kepada dua residivis yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di wilayah Semarang. Polisi lebih dulu menangkap salah satu pelaku di kawasan Pasar Bulu sebelum mengembangkan kasus dan menangkap pelaku lainnya.
“Petugas melakukan pengembangan hingga berhasil mengamankan pelaku lain beserta penadah barang hasil kejahatan,” kata Anwar.
Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita dua unit telepon genggam milik korban, sebuah sepeda motor Honda Vario hitam yang pelaku gunakan saat beraksi, serta golok sepanjang 30 sentimeter yang menjadi alat untuk mengancam korban.
Spesialis Bobol Gereja, Kerugian Tembus Rp151 Juta
Dalam operasi yang sama, Ditreskrimum Polda Jawa Tengah juga membongkar kasus pencurian. Yakni dengan pemberatan yang menyasar sejumlah gereja di Boyolali dan Kabupaten Semarang.
Anwar menjelaskan pelaku mengincar gereja yang berada di kawasan pedesaan dan relatif sepi pada malam hari. Setelah memastikan situasi aman, pelaku membobol pintu maupun jendela menggunakan linggis sepanjang sekitar 30 sentimeter sebelum masuk ke dalam bangunan.
“Pelaku mengambil berbagai alat musik dan perangkat elektronik gereja kemudian membawanya menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi dengan bronjong,” ujar Anwar.
Penyidik mencatat sedikitnya lima lokasi utama menjadi sasaran pencurian, yakni GBIS Gunung Sinai Sangup di Boyolali, GBI Wates Getasan, GMI Krangkeng Batur, GKJTU Banaran Tajuk, serta Gereja Gondangsari di Kabupaten Semarang.





