Hukum & Kriminal

Polisi Bakal Tindak Pidana ‘Botoh’ Perjudian pada Pilkades Serentak di Kabupaten Semarang

×

Polisi Bakal Tindak Pidana ‘Botoh’ Perjudian pada Pilkades Serentak di Kabupaten Semarang

Sebarkan artikel ini
Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo,
Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu, 7 Oktober 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Polres Semarang bakal mengoptimalkan peran Satuan Tugas (Satgas) Preemtif untuk mengedukasi masyarakat, agar tidak menjadikan momentum pemilihan kepala desa (pilkades) serentak sebagai obyek perjudian.

Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, Polres Semarang telah membentuk satuan tugas (satgas) dari berbagai fungsi satuan, untuk antisipasi perjudian saat pilkades 2026.

“Antara lain Satgas Humas, Satgas Preventif dari unsur Sabhara, Satgas Preemtif dari unsur Binmas dan Intel,” katanya di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu, 7 Oktober 2026.

BACA JUGA: Tolak Proyek Geothermal Gunung Ungaran, Aliansi Masyarakat; Alternatif Energi Ramah Lingkungan Masih Banyak

Harapannya, kata Heru, agar pilkades Serentak di Kabupaten Semarang 2026  bisa bebas dari pengaruh ‘botoh’ atau aktor perjudian.

Perjudian, kata dia, akan mengganggu proses pelaksanaan dari pilkades serentak 2026 di Kabupaten Semarang.

Pilkades Sarana Berdemokrasi memilih Pemimpin yang Bisa Bangun Desa

Heru berkata, pilkades serentak ini merupakan salah satu sarana berdemokrasi yang benar bagi masyarakat di tingkat desa.

Dia bilang, pilkades serentak harus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih pemimpin pemerintahan di desanya sesuai harapan. Bukan sebaliknya, memilih kepala desa karena pengaruh para botoh.

“Sehingga kepala desa yang nantinya terpilih benar- benar merupakan sosok pemimpin yang akan bisa membangun desa. Sekaligus membawa kemajuan desa serta seluruh warganya,” ucap Heru.

BACA JUGA: 7 Kerawanan Pilkades Kabupaten Semarang 2026

Polres Semarang, kata dia, juga mengantisipasi adanya berbagai tindak pidana dalam pelaksanaan pilkada serentak. Termasuk praktik perjudian oleh para botoh.

“Semoga seluruh tahapan pelaksanaan di 140 desa di 19 kecamatan dapat berlangsung dengan aman. Masyarakat tetap damai dan situasi wilayah tetap kondusif seperti yang kita harapkan bersama,” bilang Heru.

Lebih lanjut, dia mengharapkan dukungan segenap elemen masyarakat Kabupaten Semarang agar pelaksanaan pilkades serentak dapat berjalan dengan tertib, lancar, aman. Tentunya mengedepankan proses demokrasi yang baik.

Satlinmas Terlibat Pengamanan Pilkades