Ketut menegaskan, perusahaan yang pertama kali berdiri di Kudus, Jawa Tengah pada 1975 silam ini menunjukkan keseriusannya dalam menggarap mobil listrik.
BACA JUGA: Polytron Stadium Resmi, Undip Kini Punya GOR Bulu Tangkis Bertaraf Internasional
“Brand Polytron ini mau jadi bagian [mobil listrik], namun tidak bisa terakomodir secara keseluruhan, karena bisnis kami kan bukan otomotif, tapi brand-nya sama. Ini jadi satu gate point kami; kami serius menggarap ini,” tegasnya.
Ketut pun merespons soal mobil listrik yang tak Polytron rakit di pabrik sendiri. Sebab, Polytron belum memiliki fasilitas perakitan mobil secara mandiri. Polytron akan menggunakan pabrik produksi milik PT Handal Indonesia Motor.
“Kenapa tidak di Polytron? Bukan berarti gak bisa, tapi kami tend to market, untuk bisa ke pasar. Ini yang membuat kami harus siap di pasar lebih cepat dan mampu memberi solusi untuk konsumen, dan syukurnya laku,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





