UNGARAN, beritajateng.tv — Khotbah Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Abu Bakar As-Shiddiq, Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, baru saja usai.
Ratusan jamaah tidak langsung beranjak pulang. Di depan masjid, ratusan umat Buddha dan Kristiani telah menunggu untuk memberikan ucapan selamat hari raya.
Mereka berjajar rapi di dua sisi jalan menuju masjid. Setelah beberapa sambutan, prosesi pemberian ucapan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah pun mulai.
Kepala dusun bersama tokoh umat Buddha dan Kristiani mengawali pemberian ucapan kepada tokoh umat Islam. Selanjutnya, warga nonmuslim secara bergiliran turut menyampaikan ucapan selamat.
Sejumlah warga muslim bahkan tampak menitikkan air mata haru. Bukan karena kesedihan, melainkan kebahagiaan atas kebersamaan dan kepedulian antarumat beragama.
BACA JUGA: Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 Terbaru: Bahasa Inggris, Jawa, dan Sunda Penuh Makna
Salah satu tokoh umat Islam Dusun Thekelan, Satiman, mengungkapkan bahwa tradisi saling memberi ucapan hari raya ini telah berlangsung lama.
Hal serupa juga dilakukan saat umat Kristiani merayakan Natal dan umat Buddha merayakan Waisak.
“Kegiatan ini mencerminkan kerukunan antarumat beragama di Dusun Thekelan,” jelasnya, Sabtu, 21 Maret 2026.
Menurutnya, nilai gotong royong, toleransi, dan saling menghormati dapat terjaga dengan baik di lingkungan masyarakat setempat.
“Ini adalah cermin kerukunan yang sesungguhnya dan menjadi praktik baik dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Satiman juga menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan tanpa memandang perbedaan agama maupun golongan.
“Yang penting kita bisa hidup berdampingan secara rukun, damai, dan saling membantu. Hal ini akan memperkuat persatuan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Thekelan, Supriyo Tarsan, menambahkan bahwa warganya menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama.
Setiap perayaan hari besar keagamaan, baik Islam, Buddha, maupun Kristiani, seluruh warga saling mendukung dan membantu satu sama lain.
BACA JUGA: Bertugas Saat Libur Lebaran, Driver Trans Semarang Diminta Tingkatkan Performa dan Layanan
Pada Idul Fitri kali ini, umat Muslim yang merayakan disambut hangat oleh warga nonmuslim yang turut memberikan ucapan serta saling bermaaf-maafan.
“Kegiatan seperti ini sudah menjadi budaya dan terus di rawat oleh warga kami. Bahkan telah berlangsung selama puluhan tahun,” jelasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





