PPDB di Kota Semarang Dinilai Lebih Mudah

Orang Tua Siswa melakukan penginputan Pra PPDB.

Semarang, 20/6 (BeritaJateng.tv) – Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) Kota Semarang sudah dimulai sejak 13 – 17 Juni lalu dengan tahap Pra pendaftaran untuk jenjang TK dan SD. Sementara untuk jenjang SMP, Pra pendaftaran dimulai pada 22-26 Juni.

Masa Pra pendaftaran terbilang tahapan paling krusial karena calon peserta didik harus mengikuti tahapan ini untuk mencocokkan data pesert didik, dan jika ada kekurangan atau kesalahan data maka orangtua siswa harus selesai mengurus langsung ke Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Salah satu orang tua siswa, Dewi harus mendatangi Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk bisa memasukan nilai putranya yang akan bersekolah di SMP Negeri di Semarang. Pasalnya, sebelumnya putranya bersekolah di SD yang berada di Kabupaten Demak.

Meski demikian, Dewi mengaku untuk pengurusan penginputan nilai atau memasukkan rekomendasi ini terbilang cukup mudah.

“Anak saya dari SD diluar kota Semarang maka harus menginputkan nilai atau memasukkan rekomendasi. Sebenarnya tidak susah untuk mengurusnya tapi antri nya lumayan panjang, saya datang 8.30 saja susu dapat nomer 137,” kata Dewi, Senin (20/6).

Ia mengaku untuk melakukan proses mutasi ke Kota Semarang, pihaknya hanya cukup mengumpulkan Akta Kelahiran anak dan Kartu Keluarga. Ia mengaku dalam satu hari ini Pra Pendaftaran untuk anaknya sudah selesai dan hanya tinggal menunggu waktu untuk pendaftaran yang bisa lakukan secara online nantinya.

“Kebetulan saya sudah KTP dan KK Semarang sejak 2014 dan hanya SD saja dari Demak maka ngurus surat rekomendasi. Nanti tinggal pendaftaran lewat online,” ungkapnya.

Meski kuota untuk siswa mutasi dari luar kota Semarang hanya 5 persen, namun Dewi tetap optimis anaknya bisa bersekolah di SMP Negeri sesuai zonasi tempat tinggalnya.

“Kalau SMPyang dipengeni memang ke SMP 9 tapi ini nilainya mepet jadi mungkin kendala di nilai saja ya tapi tetap optimis saja kalau domisili karena saya di Gemah jadi deket sama SMP 9,” tuturnya.

Senada, salah seorang orangtua siswa, Ghani, juga mengaku tidak banyak kendala untuk mengurus PPDB bagi anaknya. Hanya saja karena sistem sedikit lambat sehingga dirinya harus mendatangi langsung Kantor Dinas Pendidikan untuk menginput nilai rapor yang tidak masuk dalam sistem.

“Ini nilai rapor tidak keluar. Sistemnya agak lemot untuk masuk sebenarnya saya bisa masukan secara online tapi lemot makanya saya langsung datang ke Disdik tadi saya juga sudah ke sekolah tujuan tapi memang disarankan ke Dinas,” kata Ghani.

Untuk melengkapi nilai rapor, Ghani mengaku membawa beberapa persyaratan seperti ijazah, KK dan KTP orang tua. Setelah selesai penginputan, pihaknya hanya tinggal menunggu waktu pendaftaran yang akan ia lakukan secara online.

“Pengurusannya mudah tapi antri nya lama. Ini sudah selesai dan tinggal pendaftaran saja online,” terangnya. (Ak/El)

Leave a Reply