SEMARANG, beritajateng.tv – Hari kedua pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD Kota Semarang berjalan lancar. Berbeda dengan hari pertama, pada hari kedua jumlah pendaftar lebih sedikit daripada hari pertama.
Kepala SD Negeri Pekunden, Abdul Khalik mengatakan, proses PPDB SD di sekolahnya berjalan lancar hingga hari kedua pelaksanaan. Mayoritas calon peserta didik bahkan sudah mendaftar sejak hari pertama pendaftaran.
“Pendaftaran ramai-ramainya malah pada hari pertama, sejak pukul 00.00 WIB, hari pertama kemarin mendapat 117 siswa,” ujarnya kepada beritajateng.tv, Senin 19 Juni 2023.
BACA JUGA: Video PPDB SD Kota Semarang, Mayoritas Daftar pada Hari Pertama
Abdul menyebutkan, memasuki hari kedua pendaftaran, total peserta yang memilih SD Negeri Pekunden mencapai 148 siswa. Rinciannya 95 pendaftar pada zona satu, 50 pendaftar pada zona dua, dan 3 pendaftar pada luar zona.
Sementara itu, pihak SD Negeri Pekunden hanya menyediakan 2 rombongan belajar (rombel) untuk menampung sebanyak 56 siswa.
“Sehingga hari ini seluruh pendaftar SD Negeri Pekunden ada 148 pendaftar meskipun sudah melebihi kuota 56 kursi. Meski demikian semua SD Negeri di Kota Semarang tidak bisa menutup (pendaftaran) karena by server,” lanjutnya.
Terpisah, Kepala SD Negeri Tugurejo 02, Nur Rakhmat menyebut, hingga hari kedua PPDB, pihaknya telah menerima pendaftaran 21 calon peserta didik. Jumlah tersebut masih kurang karena SD Negeri Tugurejo 02 menyediakan satu rombel dengan daya tampung 28 siswa.
“Sejauh ini ada 21 pendaftar, kurang tujuh anak karena kita sediakan satu rombel,” ujar Nur.
PPDB SD, daftar dini hari bukan jaminan
Terkait kendala, ia mengatakan bahwa terdapat beberapa orang tua calon peserta didik yang datang ke langsung ke sekolah. Mereka meminta bantuan untuk mendaftar secara online.
“Ada beberapa ortu yang meminta bantuan sekolah karena takut salah isi dan ada yang belum paham IT,” lanjutnya.
Jadwal PPDB Kota Semarang jenjang SD berlangsung sejak Minggu 18 Juni 2023 hingga Rabu 20 Juni 2023. Meski jumlah pendaftar beberapa SD Negeri sudah memenuhi kuota, namun sistem PPDB yang berlaku online baru akan ditutup secara serentak pada 20 Juni 2023, pukul 00.00 WIB mendatang.
BACA JUGA: Dilema Sistem Zonasi PPDB, Upayakan Pemerataan Namun Aspek Prestasi Dipertanyakan
“Setelah tanggal 20 Juni, server akan merangking pendaftar, tanggal 22 Juni baru akan keluar pengumuman. Setelah itu, semua siswa yang lulus harus melaksanakan daftar ulang,” jelas Abdul Khalik.
Yang menarik dari PPDB tahun ini, banyak pendaftar SD Negeri Pekunden yang mengakses laman pendaftaran sejak Minggu dini hari. Abdul menyebut, terdapat kurang lebih 46 pendaftar yang memilih SD Negeri Pekunden sebelum pukul 06.00 WIB.
“Karena mindsetnya orang mendaftar di PPDB online di awal waktu biar nilainya tinggi. Padahal itu bukan jaminan karena kalau luar zona pasti nilainya akan berbeda dengan yang dalam zona, yang berprestasi dan non prestasi juga akan berbeda, apalagi usia,” katanya.
Syarat pertama calon peserta didik bisa diterima suatu SD Negeri adalah usia. Menurut Abdul, usia 7 tahun hingga 9 tahun wajib diterima.
“Masuk SD usianya sudah sangat tinggi, meski daftarnya hari terakhir kurang 10 menit pun, itu akan mengalahkan yang pertama daftar pada pukul 00.00 WIB, karena itu semua by sistem,” katanya.
Setelah perhitungan usia, barulah zonasi masuk dalam penilaian. Yaitu zona satu memiliki penilaian sebesar 50 poin dan zona dua sebesar 40 poin. Selanjutnya, jarak rumah calon peserta didik ke sekolah juga dapat menjadi pertimbangan sebagai nilai lingkungan. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





