Jateng

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 6 Agustus 2026, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla dan Gelombang 4 Meter

×

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 6 Agustus 2026, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla dan Gelombang 4 Meter

Sebarkan artikel ini
cuaca panas kelelahan
Ilustrasi cuaca panas membuat kelalahan. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Prakiraan cuaca Jawa Tengah hari ini, Kamis 6 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sebagian besar wilayah Jawa Tengah telah memasuki puncak musim kemarau.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Noor Jannah Indriyani, mengatakan hampir seluruh daerah di Jawa Tengah diperkirakan tidak diguyur hujan sepanjang hari.

Hanya wilayah Karanganyar yang berpotensi mengalami hujan ringan pada sore hari. Namun, hujan tersebut diperkirakan tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca yang tetap didominasi udara panas dan kering.

“Waspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena ketiadaan hujan, banyaknya tanaman yang mengering, serta tiupan angin yang cukup kencang,” ujar Noor Jannah dalam keterangan resminya, Kamis 6 Agustus 2026.

BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Tempat Wisata Jawa Tengah Hari Ini, Karimunjawa Cerah hingga Borobudur Berawan

BMKG mencatat suhu udara di Jawa Tengah berkisar antara 16 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 45 hingga 95 persen. Sementara itu, angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan sekitar 5-35 kilometer per jam.

Meski cuaca pada siang hari terasa terik, BMKG mengingatkan masyarakat bahwa suhu udara akan berubah lebih dingin pada malam hingga pagi hari, terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi.

“Udara akan terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan pegunungan dan dataran tinggi,” tambah Noor Jannah.

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan Selatan

Selain kondisi cuaca di daratan, BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang juga mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi di wilayah perairan Jawa Tengah.

Prakirawan BMKG, Lessy Andari, menjelaskan gelombang di perairan utara Jawa Tengah kini mulai menurun ke kategori normal. Namun, kondisi berbeda terjadi di perairan selatan.