SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah nama baru calon legislatif (Caleg) diprediksi akan menggantikan nama-nama incumbent yang duduk di kursi Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang.
Dari informasi yang BeritaJateng.tv himpun, setidaknya ada sekitar 18 nama baru yang berhasil menyingkirkan nama-nama lama yang menjabat sebagai dewan. Bahkan pergantian nama-nama tersebut merata di semua Dapil yang ada.
Di Dapil 1 muncul nama Michael dari PDI Perjuangan. Ada pula nama Syahrul Iqrom dari PKB, dan satu nama baru Siti Rohaika dari PKS. Mereka menggeser incumbent Abdul Wahab PKS dan Budiharto dari Nasdem.
Selanjutnya, di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kota Semarang ada beberapa nama baru yang masuk. Nama Ali Umar Dhani dari PKS, Dinda Ari Ayu Isnaini dari Gerindra. Serta Hasan Bisri dari PPP dan Arif Mustaqhfirin dari Nasdem.
Empat nama baru itu menggantikan Dyah Ratna Harimurti dan Meidina Kuswara dari PDIP dan M. Sifin Almufti dari PKS .
Lalu di Dapil 3 nama lama seperti Rohaini dari PKB, Suryanto dari Nasdem, Subagno Bayu atau Nolik dari PDI-P dan Jauhar Awaluddin dari PKS akan berganti empat nama baru. Mereka yakni Dini Inayati dari PKS, Mararas Apuwara dari Golkar, Syaiful Bahri dari PKB, dan Tika Mantofany dari PSI.
BACA JUGA: PSI Prediksi Kantongi Lima Kursi di DPRD Kota Semarang
Sama halnya di dapil 4, nama Hermawan Sulis kini berganti kursi jadi D. Tunjung dari partai Gerindra. Di dapil ini, prediksi tiga nama lama akan tereliminasi. Nama baru Aisyah dari PSI dan Agusriyanto dari PKS melenggang masuk dewan.
Kemudian di Dapil 5, nama Juan Rama akan hilang berganti sesama politikus PKB yakni Ma’ruf. Ada pula nama Maftukhah Wiwin Subiono juga prediksinya masuk menggantikan incumbent dari Partai Demokrat.
Sementara di Dapil 6, nama Fajar Rinawan menurut informasi akan hilang berganti dua caleg baru dari PKS dan PSI yakni Joko Widodo dan Irawan.
Caleg DPRD Kota Semarang dari PDIP
Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Kadarlusman saat beritajateng konfirmasi mengaku memang ada penurunan suara. Meski demikian, ia belum dapat memberikan keterangan lebih lantaran saat ini masih dalam perhitungan di tingkat kecamatan.
“Saya malah belum ngitung, karena perhitungan masih di tingkat kecamatan. Kalau Partainya menang kok. PDIP masih teratas, meski di kecamatan belum selesai (perhitungan, Red.) PDIP masih yang tertinggi,” kata Pilus, sapaan akrabnya.
Ia menyebut, jika kabar jumlah kursi dan nama-nama memang sudah beredar luas, namun pihaknya masih menunggu proses penghitungan selesai terlebih dahulu.
“Turun, ada kemungkinan turun tapi belum saya hitung samua. Kalau incumbent kami juga belum bisa memastikan keseluruhan. Saya tahu malah dari ‘share-shareran’ kemarin. Itu dari mana saya juga belum tahu, wes pinter pinter ngitung ternyata,” kata Pilus.
Sedikit informasi, pada tahun 2019 lalu, PDI Perjuangan berhasil meraih 19 kursi di DPRD Kota Semarang. Namun melihat perhitungan sementara dari para saksi dan formulir C hasil atau Plano beberapa partai seperti PSI, Golkar, PKB dan Gerindra mendapatkan kursi tambahan.
Tambahan Satu Kursi Caleg DPRD Kota Semarang
Ketua TKD Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso mengaku Partai Gerindra yang sebelumnya mendapat enam kursi diperkirakan akan menambah satu sampai dua kursi.
Sementara PKS dan Demokrat masing-masing tetap mendapatkan enam kursi di DPRD Kota Semarang.
“Ada nama baru Dinda Ari Ayu Isnaini yang masuk di Dapil 1 dan D Tunjung di Dapil 4. Selain itu nama-nama lama, seperti Joko Santoso, Nunung, Herlambang, Mualim dan Majid,” kata dia.
Raihan Kursi Caleg DPRD Kota Semarang Tetap
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Semarang, Wahyoe Liluk Winarto mengaku bersyukur dengan hasil yang dicapai partainya pada pemilu tahun ini. Dari jumlah suara yang pihaknya bdapatkan, menurutnya mengalami kenaikan di angka 83-84 ribu.
“Untuk jumlah suara kita ada kenaikan, kita tentu bersyukur atas kerja keras yang ia lakukan,” kata Liluk.
Dia menjelaskan, sebelumnya partai dengan nomor urut 14 ini menargetkan 12 kursi di DPRD Kota Semarang. Sayangnya, hanya didapatkan 6 kursi pada tahun ini. Meski begitu, secara nama caleg Suciati diperkirakan mendapatkan suara tertinggi dengan jumlah 8 ribuan, disusul Swasti, Sugihartono, Danur Rispriyanto, dan lainnya.
“Kemungkinan kita dapat enam kursi, komposisinya ada nama baru yakni Maftukhah dari dapil 5 yang lainnya sama,” bebernya.
Liluk mengaku pihaknya akan terus mengawal dan mengikuti proses perhitungan suara dan pleno yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum(KPU), yang nantinya akan disinkronkan dengan data yang dimiliki dari rekapitulasi yang dimiliki saksi.
“Kita ikuti prosesnya, nanti kalau ada indikasi kesalahan bisa kita konsolidasikan dengan pihak terkait,” pungkasnya.
PSI Tambah 3 Kursi Caleg DPRD Kota Semarang
Ketua DPD PSI Kota Semarang, Melly Pangestu menyebut dari perhitungan dari timnya memastikan terdapat peningkatan kursi DPRD. Dari data yang ada, diperkirakan PSI mendapatkan tambahan tiga kursi dari tahun lalu yang hanya dua kursi.
“Data yang sudah masuk dan hasil kami dapat, PSI kota semarang mendapatkan 5 kursi, hanya di dapil 5 kita tidak dapat kursi,” ujarnya.
Melly mengungkapkan PSI sebelumnya hanya mendapatkan tiga kursi di DPRD Kota Semarang. Pada pemilu 2024 ini bakal ada 5 kursi yang didapatkan. Pihaknya sendiri akan melakukan pengawasan dan pengawalan di dapil yang menyumbangkan kursi.
“Penjagaan ketat kami berikan di dapil 3, karena ada informasi simpang siur hasil penghitungan dari PSI. Dapil aman karena kita bukan juru kunci. Yang dapil 3 ini juru kunci,” ujarnya.
Ia mengaku belum bisa berbicara soal langkah selanjutnya sebelum ada pengumuman dari KPU. Dengan hasil tersebut, Anggota DPRD Kota Semarang itu mengatakan bakal ada pergeseran anggota legislatif.
“Selebihnya kami menunggu dari pengumuman KPU. Kalau web KPU belum 100 persen, jadi kita belum bisa kita bilang itu akurat,” pungkasnya.
PKB Tambah Satu Kursi Caleg DPRD Kota Semarang
Wakil Ketua DPC PKB Kota Semarang, Gumilang Febriyansah mengatakan, berdasarkan perhitungan internal PKB Kota Semarang mendapatkan sekitar 74 ribu – 75 ribu suara.
PKB bertambah kursi di parlemen DPRD Kota Semarang dari periode sebelumnya hanya empat kursi menjadi lima kursi. Prediksi tersebut berdasarkan perhitungan internal partai. Semua saksi PKB sudah selesai menjalankan tugas dan telah dihitung diinternal PKB.
“Hasilnya (perhitungan), hampir sama dengan perhitungan partai lain. Alhamdulillah, kursi kami nambah dari semula empat jadi lima,” ucap Febri, sapaannya.
Berdasarkan perhitungan internalnya, calon legislatif (caleg) yang diprediksi melenggang ke kursi parlemen DPRD Kota Semarang antara lain Dapil 1 Syahrul Qirom, Dapil 2 Sodri, Dapil 3 Syaiful Bahri, Dapil 4 Gumilang Febriyansah, dan Dapil 5 Ma’ruf.
Adapun berdasarkan hasil rekapitulasi KPU yang masih berjalan saat ini Dapil 1 Syahrul Qirom mendapatkan 415 suara. Rekapitulasi KPU baru berjalan 34,55 persen.
Dapil 2 Sodri mendapatkan 1.811 suara. Rekapitulasi KPU baru berjalan 58,12 persen.
Dapil 3 Syaiful Bahri mendapatkan 438 suara. Rekapitulasi KPU baru berjalan 39,14 persen.
Dapil 4 Gumilang Febriyansah mendapat 175 suara. Rekapitulasi KPU baru berjalan 37,74 persen.
Dapil 5 Ma’ruf mendapatkan 3.897 suara. Rekapitulasi KPU baru berjalan 63,87 persen.
“Kami tidak dapat kursi di dapil 6,” tambahnya.
Febri menyebut, ada beberapa wajah baru dari PKB yang berhasil meraih kursi parlemen antara lain Syahrul Qirom, Syaiful Bahri, dan Ma’ruf.
Pada periode aebelumnya, PKB tidak mendapatkan kursi di dapil 1. Sedangkan, Syaiful Bahri dari Dapil 3 diprediksi menggeser incumbent Rohaini. Kemudian, Ma’ruf dari dapil 5 diprediksi menggeser calon incumbent Juan Rama.
“Beberapa wajah baru. Beberapa wajah lama. Syahrul dulu pernah 2014 jadi dewan, sekarang jadi lagi. Rohul (Syaiful Bahri) baru. Ma’ruf baru,” sebutnya.
Meski sudah mengantongi prediksi caleg PKB yang melenggang di parlemen DPRD, Febri menekankan, tetap menunggu perhitungan KPU secara resmi. “PKB menunggu hasil KPU sembari kami melakukan evaluasi,” ucapnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah




