Kementerian Keuangan telah menyetujui anggaran belanja tambahan sebesar Rp17,52 triliun untuk program tersebut pada 28 Juli 2026.
Perluas Basis Produksi
Penguatan swasembada pangan tidak hanya dengan memperbesar stok. Pemerintah juga memperluas basis produksi agar ketahanan pangan tidak bergantung pada satu musim panen.
Berdasarkan realisasi tanam hingga 1 Juli 2026, program Optimalisasi Lahan (Oplah) 2024 telah menghasilkan penanaman seluas 501.368 hektare. Sementara Oplah 2025 mencapai 634.039 hektare.
Dengan demikian, lebih dari 1,13 juta hektare lahan Oplah telah mulai berproduksi.
Selain itu, program Cetak Sawah Rakyat telah ditanami seluas 62.279 hektare atau mencapai 100,87 persen dari target.
Pemerintah juga menjalankan gerakan tanam serempak di 25 provinsi dengan target sekitar 50 ribu hektare.
Upaya tersebut dibarengi dengan peningkatan indeks pertanaman hingga IP 250, bahkan IP 300. Pemerintah mendorong penggunaan benih unggul berumur genjah, varietas yang adaptif terhadap kekeringan dan hama, pemupukan berimbang, pompanisasi, perbaikan irigasi, serta penerapan pertanian modern.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti menegaskan percepatan tanam harus terus dikawal agar lahan yang telah mendapatkan intervensi dapat segera menghasilkan.
“Percepatan tanam harus terus terjaga dengan pengawalan yang kuat,” katanya.
Pengawalan berlangsung bersama penyuluh, pemerintah daerah, Brigade Pangan, TNI-Polri, dan petani.
Delapan Komoditas Tak Lagi Bergantung Impor
Kemandirian pangan juga mulai diperluas ke sejumlah komoditas lainnya. Pemerintah menyatakan Indonesia tidak lagi membutuhkan impor reguler untuk delapan komoditas pangan strategis.
Berdasarkan proyeksi neraca pangan pemerintah, delapan komoditas tersebut terdiri atas beras, jagung pakan, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, dan gula konsumsi.
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Juli 2026 mengatakan capaian tersebut menjadi pijakan untuk memperluas kemandirian pangan nasional.
“Kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI,” ujar Prabowo.





