JAKARTA, beritajateng.tv – Pemerintah terus memperkuat kemandirian pangan nasional dengan menjaga produksi beras, menyerap hasil panen petani, memperkuat cadangan pangan, serta memperluas basis produksi melalui optimalisasi lahan dan cetak sawah.
Memasuki Agustus 2026, produksi beras nasional tetap terjaga meski sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki puncak musim kemarau. Kondisi tersebut menjadi modal pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus melindungi petani.
Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras untuk konsumsi masyarakat sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 25,28 juta ton.
Pada periode yang sama, produksi padi diperkirakan mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling dengan luas panen sekitar 8,35 juta hektare.
Potensi produksi beras pada Juni-Agustus 2026 sendiri diperkirakan mencapai 8,42 juta ton. Angka tersebut meningkat 1,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan produksi beras nasional masih menunjukkan kapasitas yang kuat.
“Produksi beras sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 25,28 juta ton,” katanya.
BACA JUGA: Padi Biosalin Belum Jadi Solusi, Petani Semarang Enggan Tanam karena Beras Kurang Terminati
Kekuatan produksi tersebut turut memperkuat cadangan beras pemerintah. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional per 23 Juli 2026, stok beras Perum BULOG mencapai 5,24 juta ton.
Sementara itu, pengadaan beras dari produksi dalam negeri telah mencapai 3,44 juta ton atau 86,21 persen dari target tahun 2026.
Serapan tersebut membuat hasil panen petani masuk ke dalam sistem cadangan nasional sekaligus memperkuat kemampuan pemerintah menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan.
Pemerintah juga telah menyalurkan sekitar 1,23 juta ton beras melalui berbagai program sejak Maret hingga pekan ketiga Juli 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 514,1 ribu ton tersalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Untuk melindungi masyarakat, pemerintah juga menyiapkan Bantuan Pangan Beras tahap kedua sebanyak 997,2 ribu ton bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat untuk alokasi Juli, Agustus, dan September.





