SEMARANG, beritajateng.tv – Program 3 juta rumah yang Pemerintah gulirkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), disebut memiliki multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menyebut, program ini diproyeksikan bakal menyumbang hingga 2 persen dari target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Hal ini ia sampaikan dalam Sosialisasi Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan dan Kredit Program Perumahan. Yang mana berlangsung di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Rabu 5 November 2025 malam.
Menurut Tito, dengan adanya program pembangunan 3 juta rumah, industri semen, kayu, batu, aluminium semua bergerak. “Toko meterial, lapangan kerja, warung dan UMKM, semua bergerak dan tumbuh,” jelasnya.
BACA JUGA: Menang Dramatis atas Tim Basket USM, UKSW Sukses Pertahankan Gelar Juara Liga Mahasiswa 2025
Lebih lanjut, Tito juga menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian lebih pada sektor ekonomi kerakyatan. Sehingga program peningkatan kesejahteraan terus di gelontorkan.
Mulai dari MBG, KMP hingga program rumah subsidi yang menyasar 9,9 juta MBR dan 26,9 juta masyarakat yang memiliki rumah tapi tidak layak huni. “Karena itu mereka harus di bantu, melalui program ini,” tembahnya.
Tito juga mengatakan telah berkoordinasi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait agar memberi berbagai kemudahan dalam mengakses program 3 juta rumah tersebut.
Misalnya kelonggaran untuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). “Itu akan di gratiskan, jadi masyarakat lebih murah dan mudah,” tegas mendagri.
BACA JUGA: Karya Inovasi Mahasiswa dan Dosen UKSW Warnai GIHN 2025 di Salatiga, Ini Penampakannya!
Sementara Menteri PKP, Maruarar Sirait menambahkan, perbankan sudah menyiapkan dana hingga Rp 130 triliun untuk KUR Perumahan. Hal ini dalam membantu MBR mendapatkan rumah bersubsidi.





