Pendidikan

Progres 90 Persen, Sekolah Rakyat di Rowosari Semarang Siap Beroperasi 14 Juli 2026

×

Progres 90 Persen, Sekolah Rakyat di Rowosari Semarang Siap Beroperasi 14 Juli 2026

Sebarkan artikel ini
Progres 90 Persen, Sekolah Rakyat di Rowosari Semarang Siap Beroperasi 14 Juli 2026
Sekda Kota Semarang meninjau Sekolah Rakyat Rowosari Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang memastikan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Rowosari, Kecamatan Tembalang, siap beroperasi pada awal tahun ajaran baru 2026/2027.

Hingga akhir Juni 2026, progres pembangunan sekolah berkonsep asrama tersebut telah mencapai 90 persen dan beroperasi sepenuhnya pada 10 Juli mendatang.

Hal ini kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, seusai meninjau langsung lokasi pembangunan bersama 16 camat se-Kota Semarang, Rabu, 24 Juni 2026.

“Per hari ini, Rabu, 24 Juni 2026, progres pembangunan sudah mencapai 90 persen. Kami targetkan seluruh pekerjaan selesai pada 10 Juli 2026. Sehingga saat tahun ajaran baru mulai, sekolah ini sudah siap beroperasi,” kata Handi.

Sekolah Rakyat berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan fasilitas pendidikan dan asrama yang lengkap.

Pemkot Semarang saat ini juga mempersiapkan berbagai kebutuhan operasional mulai dari tenaga pendidik, dapur umum, ruang tidur, kebersihan hingga sarana pendukung lainnya.

Menurut Handi, sebagian besar fasilitas dasar sudah siap. Pekerjaan yang masih berlangsung hanya berupa penyelesaian beberapa bangunan asrama dan penataan kawasan.

BACA JUGA: Tak Ada SPMB, Sekolah Rakyat Semarang Rekrut Siswa Lewat Penjangkauan PKH dan Dinsos 

“Tempat tidur sudah siap, toilet berfungsi, air mengalir, dan kebutuhan dasar lainnya sudah tersedia. Tinggal beberapa pekerjaan finishing di asrama dan penataan taman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga pengajar sementara akan di dukung oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang. Sembari menunggu proses rekrutmen guru khusus untuk Sekolah Rakyat selesai pemerintah pusat lakukan.

“Kami juga sedang mematangSembariutuhan operasional, termasuk guru transisi yang sementara akan di backup oleh Dinas Pendidikan. Semua harus benar-benar siap sebelum siswa masuk,” katanya.

Pada tahap awal, Sekolah Rakyat akan menampung 270 siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu kategori desil 1 dan 2. Jumlah tersebut terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Seluruh peserta didik akan tinggal di asrama dan mendapatkan layanan pendidikan, pengasuhan, konsumsi, serta fasilitas penunjang belajar secara gratis.

Handi optimistis Sekolah Rakyat Kota Semarang dapat menjadi model sekolah berasrama terbaik di Indonesia.

“Mudah-mudahan Sekolah Rakyat Kota Semarang ini bisa menjadi percontohan nasional karena fasilitasnya sangat representatif dan lengkap,” ucapnya.

Kurang 53 Siswa Baru untuk SD

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Agus Junaidi, mengatakan proses penjangkauan calon peserta didik masih terus berjalan. Khususnya untuk jenjang SD yang kuotanya belum terpenuhi.

“Untuk SMP dan SMA pendaftarnya sudah melebihi target. Yang masih kurang itu jenjang SD, sekitar 53 siswa dari kebutuhan 90 siswa,” kata Agus.

Menurutnya, Dinas Sosial bersama camat, lurah, pendamping sosial, dan Program Keluarga Harapan (PKH) terus melakukan pendekatan langsung kepada keluarga sasaran agar memahami manfaat program tersebut.

“Kami melakukan penjangkauan karena sasaran program ini adalah warga kurang mampu kategori desil 1 dan 2. Tantangan terbesar justru meyakinkan orang tua siswa SD yang masih khawatir berpisah dengan anaknya,” ujarnya.

Agus menegaskan orang tua tetap diberikan akses untuk menjenguk anak selama tinggal di asrama. Selain itu, seluruh kebutuhan siswa akan kita penuhi selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Fasilitasnya sangat lengkap. Mulai dari tempat tinggal, makan, perlengkapan belajar, komputer, hingga pendampingan selama di asrama semuanya tersedia,” katanya.

Dalam jangka panjang, Sekolah Rakyat Rowosari dapat menampung hingga 1.080 siswa. Seluruh ruang kelas untuk jenjang SD, SMP, dan SMA juga telah siap mendukung keberlanjutan pendidikan para siswa hingga lulus.

Sekolah Rakyat Kota Semarang dijadwalkan mulai beroperasi pada 14 Juli 2026, bertepatan dengan mulainya tahun ajaran baru. Program ini harapannya menjadi solusi perluasan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kota Semarang. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp