Saat ini seluruh peserta didik masih menjalani kegiatan belajar di lokasi sementara di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang.
Pemerintah menargetkan seluruh siswa mulai menempati kompleks Sekolah Rakyat di Rowosari pada akhir Juli 2026 setelah pembangunan dinyatakan selesai.
“Nanti akhir bulan anak-anak akan pindah ke gedung baru. Setelah seluruh pekerjaan selesai dan kawasan dinyatakan siap digunakan, proses pembelajaran akan dipindahkan ke sini,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kota Semarang juga tengah menyiapkan kebutuhan tenaga pendidik.
Untuk sementara, proses belajar mengajar ditangani guru-guru yang diperbantukan dari sekolah negeri jenjang SD, SMP, dan SMA.
“Sementara ini kami menggunakan guru bantu dari SD, SMP, dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk guru SMA. Rekrutmen guru khusus Sekolah Rakyat direncanakan berlangsung pada September 2026,” terang Handi.
Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa dipungut biaya.
“Kami ingin anak-anak yang sebelumnya belum memiliki kesempatan sekolah bisa mendapatkan pendidikan yang layak, gratis, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Bekali Siswa Pendidikan Karakter, Moral dan Mental
Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, M. Agus Junaedi mengatakan, MPLS di Sekolah Rakyat Rowosari ini berlangsung dari tanggal 1-31 yang konsepnya tidak hanya pembelajaran tapi juga pengenalan lingkungan.
“Anak-anak kami ajak untuk mengenal lingkungan, kemudian pembentukan karakter, tidak ada kekerasan, tidak ada perploncoan. Jadi ini sifatnya bina lingkungan untuk mendidik anak-anak supaya mereka juga mengenali lingkungan, mengenali guru, kemudian nanti patuh kepada orang tua, patuh kepada guru,” kata Agus Jun.
Menurut dia, orang tua di perbolehkan menjenguk anak-anaknya setiap hari, namun hanya di luar jam pelajaran.
“Tidak usah melapor. Langsung aja silakan datang juga sudah ada guru pendamping termasuk wali kelas, wali asrama ada semua. Jadi masing-masing blok masing-masing itu ada yang mendampingi dia,” kata dia.





