Ia menyebut, anak-anak telah masuk di asrama sejak Senin, 13 Juli 2026, berbarengan dengan cek kesehatan.
“Jadi mereka sebelum masuk asrama ada MPLS mereka dicek kesehatannya. Hasilnya semua baik dan Alhamdulillah di penerimaan ini siswanya ini lebih secara mental, secara moral, secara karakter anak ini lebih bagus daripada yang sekolah rintisan pertama,” sebut dia.
Untuk kegiatan hari ini, lanjut dia, mulai sejak shalat subuh berjamaah. Kemudian apel pagi dan berlanjut dengan sarapan bersama, olahraga dan masuk kelas sampai sore pembelajaran selesai.
270 Siswa Baru Ikuti MPLS Sekolah Rakyat Rowosari Semarang
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Rowosari, Ridho Irwanto mengatakan, pada tahun ajaran baru ini terdapat 270 murid yang terdiri dari 90 siswa jenjang SD, 90 jenjang SMP dan 90 siswa SMA.
“Memang ini yang membedakan sekolah rakyat dengan sekolah yang lain. Jadi memang tidak harus anak yang masuk Sekolah Rakyat harus melalui kelas 1. Ada namanya multi entry exit, siswa bisa masuk kelas berdasarkan kelas sebelumnya. Misal langsung kelas 3, karena dia putus sekolah di kelas tersebut,” imbuhnya.
Menurut dia, Kementerian Sosial melalui sekolah rakyat memfasilitasi itu. Sehingga pihaknya mengelompokkannya sesuai mereka pernah sekolah sampai kelas berapa.
“Kalau belum sekolah ya nanti kita adakan asesmen dulu dia masuk kelas berapa seperti itu,” sebut dia.
Ridho mengakui, dari hasil evaluasi tahun sebelumnya, kini Sekolah Rakyat lebih siap terutama dengan sarana prasarana yang ada, serta SOP yang lebih ketat. (*)





