Pendidikan

Progres Capai 99 Persen, Sekolah Rakyat Semarang Gelar MPLS untuk 270 Siswa Meski Proyek Masih Jalan

×

Progres Capai 99 Persen, Sekolah Rakyat Semarang Gelar MPLS untuk 270 Siswa Meski Proyek Masih Jalan

Sebarkan artikel ini
Progres Capai 99 Persen, Sekolah Rakyat Semarang Gelar MPLS untuk 270 Siswa Meski Proyek Masih Jalan
Sekda Kota Semarang membuka kegiatan MPLS Sekolah Rakyat (SR) Rowosari, Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kota Semarang di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, memasuki tahap akhir.

Meski sejumlah pekerjaan finishing masih berlangsung, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sudah resmi mulai dengan melibatkan 270 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Hari pertama MPLS pada Selasa, 14 Juli 2026 berlangsung meriah di gedung serbaguna kompleks Sekolah Rakyat. Ratusan siswa bersama orang tua memenuhi lokasi kegiatan.

Sejumlah peserta bahkan menampilkan bakat seni dan kreativitas sebagai bagian dari rangkaian penyambutan tahun ajaran baru.

BACA JUGA: Progres 90 Persen, Sekolah Rakyat di Rowosari Semaran Siap Beroperasi 14 Juli 2026

Di sisi lain, aktivitas pembangunan masih terlihat di beberapa titik kawasan sekolah. Para pekerja menyelesaikan pembangunan asrama putri tingkat SMA, kantin SMP, hingga penataan area lapangan yang masih menggunakan alat berat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, memastikan pembangunan sekolah telah mencapai 99 persen. Menurutnya, pekerjaan yang tersisa hanya berupa penyempurnaan fasilitas sehingga tidak mengganggu proses persiapan operasional sekolah.

“Progresnya sudah mencapai 99 persen. Tinggal pekerjaan finishing kecil-kecil yang saat ini masih diselesaikan. Dari Kementerian Pekerjaan Umum juga menyampaikan seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada 25 Juli sesuai masa kontrak,” ujar Handi saat ditemui di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang.

Handi mengungkapkan seluruh kuota peserta didik tahun ajaran pertama telah terpenuhi. Masing-masing jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA, menerima 90 siswa. Bahkan, pemerintah telah menyiapkan daftar cadangan apabila ada peserta yang mengundurkan diri.

“Alhamdulillah kuota sudah terpenuhi semua. Bahkan ada calon siswa yang masuk daftar cadangan. Kalau nanti ada yang mengundurkan diri, mereka akan menggantikan. Hari ini juga MPLS sudah resmi mulai,” katanya.

BACA JUGA: Tak Ada SPMB, Sekolah Rakyat Semarang Rekrut Siswa Lewat Penjangkauan PKH dan Dinas Sosial

Saat ini seluruh peserta didik masih menjalani kegiatan belajar di lokasi sementara di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang.

Pemerintah menargetkan seluruh siswa mulai menempati kompleks Sekolah Rakyat di Rowosari pada akhir Juli 2026 setelah pembangunan dinyatakan selesai.

“Nanti akhir bulan anak-anak akan pindah ke gedung baru. Setelah seluruh pekerjaan selesai dan kawasan dinyatakan siap digunakan, proses pembelajaran akan dipindahkan ke sini,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kota Semarang juga tengah menyiapkan kebutuhan tenaga pendidik.

Untuk sementara, proses belajar mengajar ditangani guru-guru yang diperbantukan dari sekolah negeri jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Sementara ini kami menggunakan guru bantu dari SD, SMP, dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk guru SMA. Rekrutmen guru khusus Sekolah Rakyat direncanakan berlangsung pada September 2026,” terang Handi.

Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa dipungut biaya.

“Kami ingin anak-anak yang sebelumnya belum memiliki kesempatan sekolah bisa mendapatkan pendidikan yang layak, gratis, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Bekali Siswa Pendidikan Karakter, Moral dan Mental

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, M. Agus Junaedi mengatakan, MPLS di Sekolah Rakyat Rowosari ini berlangsung dari tanggal 1-31 yang konsepnya tidak hanya pembelajaran tapi juga pengenalan lingkungan.

“Anak-anak kami ajak untuk mengenal lingkungan, kemudian pembentukan karakter, tidak ada kekerasan, tidak ada perploncoan. Jadi ini sifatnya bina lingkungan untuk mendidik anak-anak supaya mereka juga mengenali lingkungan, mengenali guru, kemudian nanti patuh kepada orang tua, patuh kepada guru,” kata Agus Jun.

Menurut dia, orang tua di perbolehkan menjenguk anak-anaknya setiap hari, namun hanya di luar jam pelajaran.

“Tidak usah melapor. Langsung aja silakan datang juga sudah ada guru pendamping termasuk wali kelas, wali asrama ada semua. Jadi masing-masing blok masing-masing itu ada yang mendampingi dia,” kata dia.

Ia menyebut, anak-anak telah masuk di asrama sejak Senin, 13 Juli 2026, berbarengan dengan cek kesehatan.

“Jadi mereka sebelum masuk asrama ada MPLS mereka dicek kesehatannya. Hasilnya semua baik dan Alhamdulillah di penerimaan ini siswanya ini lebih secara mental, secara moral, secara karakter anak ini lebih bagus daripada yang sekolah rintisan pertama,” sebut dia.

Untuk kegiatan hari ini, lanjut dia, mulai sejak shalat subuh berjamaah. Kemudian apel pagi dan berlanjut dengan sarapan bersama, olahraga dan masuk kelas sampai sore pembelajaran selesai.

270 Siswa Baru Ikuti MPLS Sekolah Rakyat Rowosari Semarang

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Rowosari, Ridho Irwanto mengatakan, pada tahun ajaran baru ini terdapat 270 murid yang terdiri dari 90 siswa jenjang SD, 90 jenjang SMP dan 90 siswa SMA.

“Memang ini yang membedakan sekolah rakyat dengan sekolah yang lain. Jadi memang tidak harus anak yang masuk Sekolah Rakyat harus melalui kelas 1. Ada namanya multi entry exit, siswa bisa masuk kelas berdasarkan kelas sebelumnya. Misal langsung kelas 3, karena dia putus sekolah di kelas tersebut,” imbuhnya.

Menurut dia, Kementerian Sosial melalui sekolah rakyat memfasilitasi itu. Sehingga pihaknya mengelompokkannya sesuai mereka pernah sekolah sampai kelas berapa.

“Kalau belum sekolah ya nanti kita adakan asesmen dulu dia masuk kelas berapa seperti itu,” sebut dia.

Ridho mengakui, dari hasil evaluasi tahun sebelumnya, kini Sekolah Rakyat lebih siap terutama dengan sarana prasarana yang ada, serta SOP yang lebih ketat. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp