SEMARANG, beritajateng.tv – PSIS Semarang resmi kembali ke Liga 2 setelah hasil imbang 1-1 antara Semen Padang dan Persebaya Surabaya memastikan nasib Mahesa Jenar.
Hasil itu membawa Semen Padang mengoleksi 32 poin dan mengunci PSIS di dasar klasemen dengan 25 poin.
Musim ini menjadi periode paling suram bagi PSIS sejak promosi ke Liga 1 tahun 2018. Dua laga sisa tak mampu menyelamatkan posisi PSIS dari zona degradasi.
BACA JUGA: PSIS Semarang Resmi Terdegradasi ke Liga 2, Persis Solo Bangkit dan Jauhi Zona Merah Liga 1
Seandainya Semen Padang kalah, peluang PSIS terbuka untuk bertahan melalui selisih gol.
Masalah internal turut memperparah kondisi tim. PSIS menghadapi krisis gaji, kepergian pemain asing, hingga konflik berkepanjangan dengan suporter. Bahkan, suporter mendesak CEO Yoyok Sukawi mundur dari jabatannya.
BACA JUGA: Keok dari PSS, PSIS Semarang Kian Terancam Degradasi, Eks Pemain: Imbas Ketidakadilan Padaku
Kini, PSIS bersiap menghadapi tantangan baru di Liga 2. Klub ini perlu membenahi manajemen, memperkuat skuad, dan kembali meraih kepercayaan publik. Perjuangan kembali ke kasta tertinggi bukan perkara mudah, namun bukan pula hal mustahil.
Dengan kehadiran PSIS, jumlah klub Liga 2 dari Jawa Tengah bertambah. Saat ini, ada empat tim yang bermarkas di wilayah tersebut.
BACA JUGA: Jelang Hadapi PSIS Sleman dan Dua Laga Sisa, Caretaker PSIS Semarang: Semuanya Seperti Final
Selain PSIS, ada Persiku Kudus, Persekat Tegal, dan Kendal Tornado FC. Tornado FC sebelumnya bermarkas di luar Jawa Tengah, namun kini berpindah ke Kendal dan mengganti nama.
Sementara itu, Persijap Jepara sukses naik ke Liga 1, menjadi satu-satunya tim Jawa Tengah yang promosi musim ini. Sebaliknya, Persipa Pati harus rela turun ke Liga 3. (*)





