Selain itu, Ahsan menyebut jika ada beberapa sekolah yang sudah menjadikan permainan lawas tersebut sebagai sarana dan prasarana untuk mengedukasi siswa dalam pelajaran olahraga. Salah satunya SMPN 39 Semarang.
“Kami mengapresiasi SMPN 39 Semarang menjadi salah satu sekolah yang memelopori permainan tradisional pada satuan pendidikan,” katanya.
Nantinya, Ahsan mengungkapkan jika Portina berencana untuk mengadakan sebuah festival yang akan melombakan seluruh permainan tersebut awal tahun 2024 nanti. Harapannya, festival tersebut dapat memotivasi generasi Z untuk bermain permainan tradisional sekaligus meraih prestasi. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





