Hal itu tak menyurutkan semangat Tata untuk berpartisipasi dalam kegiatan Bulan Bung Karno 2025. Berbekal pengalaman dan bakatnya di bidang puisi, Tata memilih pidato Bung Karno berjudul “Aku Melihat Indonesia” saat seleksi online.
“Puji Tuhan masuk 10 besar dan sampai di sini. Waktu seleksi saya bawa judul pidato ‘Aku Melihat Indonesia’, menurutku puisi ‘Aku Melihat Indonesia’ itu bahasanya puitis, karena dasarnya aku puisi, jadi aku ambil itu karena menurutku lebih mudah,” ungkap Tata.
BACA JUGA: Dalami Semangat Juang Presiden Pertama RI Lewat Pameran Lukisan Bung Karno di Oudetrap
Pada babak penentuan juara ke-10 finalis, pidato Bung Karno yang Tata bawakan berjudul “Tri Sakti“.
“Setelah aku mendalami lebih lanjut tentang pidato, aku ambil tentang Tri Sakti, karena pidato tema Tri Sakti itu aku bisa lebih ekspresif, bisa lebih bagus kalau menurut aku,” ucap Tata.
Ia berharap, generasi muda bisa lebih terinspirasi oleh sosok Bapak Proklamator melalui perayaan Bulan Bung Karno ini.
“Semoga lebih banyak lagi lomba-lombanya yang bisa menginspirasi pemuda tentang Ir. Soekarno, agar kita sebagai generasi penerus Indonesia ini bisa lebih terinspirasi,” tandas Tata.
Berawal dari iseng jadi 10 besar pemenang lomba pidato
Sementara itu, siswi SMA Nurul Hayah Brebes, Chelsydiana Azqia Putri, mengaku kaget bisa menjadi satu dari 10 Finalis Lomba Pidato Bulan Bung Karno.
Mulanya Chelsy mengaku hanya iseng mengikuti seleksi lomba pidato tersebut.
“Aku gak nyangka banget bisa hadir di sini dan itu cuma iseng, ternyata bisa lolos 10 besar. Aku kan mondok, jadi aku lihat infonya pas lagi pulang, aku pengin ikut lomba pidatonya. Setelah itu aku iseng ikut, ternyata lolos dan sampai sini,” ucap Chelsy.
Lewat perayaan Bulan Bung Karno ini, Chelsy berharap generasi muda mempunyai pengetahuan lebih baik soal sosok Soekarno. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





