“Masih ada tiga orangutan jantan di sini. Kalau memungkinkan, dua di antaranya akan kami tukar dengan betina agar bisa berkembang biak,” ungkap Bimo.
Menanggapi isu negatif yang beredar di media sosial, Bimo menegaskan bahwa pengelolaan satwa berjalan berbasis ilmu pengetahuan, bukan opini.
“Kami bekerja pakai ilmu konservasi. Jadi kami fokus ke pekerjaan, bukan ke isu,” tegasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





