Selain itu, sebagian anak juga dapat mencari penerimaan dari kelompok pertemanan ketika tidak mendapatkan perhatian atau menghadapi persoalan di rumah. Situasi tersebut dapat membuat mereka lebih berani melakukan tindakan berisiko ketika bersama kelompoknya.
“Pola besarnya adalah, anak-anak ini mungkin pengawasannya lemah, pengasuhannya tidak positif di rumah, bertemu dengan sesama yang mengalami hal serupa, mendapatkan lingkungan yang seolah-olah mendukung mereka, ԁitambah orang-orang dewasa di balik mereka yang tidak bertanggung jawab,” tandas Diyah. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





