SEMARANG, beritajateng.tv – Restoran legendaris Toko Oen Kota Semarang merayakan ulang tahun ke-90 dengan cara berbeda.
Alih-alih menghadirkan menu baru, mereka justru mengangkat kembali resep-resep lama dari berbagai generasi dalam konsep fine dining yang sarat makna sejarah.
Program bertajuk six-course dining ini berlangsung mulai 16 April hingga 4 Mei 2026.
Dalam satu paket, pengunjung dapat menikmati perjalanan rasa yang merangkum evolusi menu Toko Oen sejak masa kolonial hingga saat ini.
Generasi ketiga Toko Oen, Jennie Megaradjasa, mengatakan konsep ini menjadi cara untuk merayakan perjalanan panjang restoran yang telah berdiri hampir satu abad.
“Menu yang kami sajikan berasal dari generasi pertama hingga generasi keempat, lalu kami rangkai menjadi satu pengalaman makan,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh hidangan tersaji dengan mempertahankan cita rasa asli tanpa banyak modifikasi, sebagai bentuk komitmen menjaga warisan kuliner keluarga.
Rangkaian menu mulai dengan sup klasik bergaya Eropa yang ringan dan hangat. Hidangan ini menjadi pengantar yang mencerminkan kuatnya pengaruh kuliner Belanda dalam sejarah awal Toko Oen di Kota Semarang.
Selanjutnya, pelanggan disuguhi aneka menu legendaris seperti Bitterballen, Bestik Lidah Sapi, hingga Huzarensla.
Salah satu menu utama yang menjadi favorit adalah bestik lidah sapi yang empuk dengan saus gurih manis khas.
BACA JUGA: Kuliner Sejak Masa Kolonial, Toko “Oen” Semarang Tetap Eksis Setelah 87 Tahun Berdiri
“Menu ini dari dulu sampai sekarang tetap sama, tidak berubah,” kata Jennie.
Selain itu, nasi goreng spesial Toko Oen juga menjadi daya tarik tersendiri. Menu ini menghadirkan perpaduan rasa Jawa, Chinese, dan Eropa dalam satu hidangan.

“Nasi goreng kami punya karakter unik, ada sentuhan butter yang memberi aroma khas Eropa,” jelasnya.
Sebagai penutup, pengunjung akan menikmati es krim legendaris yang Toko Oen buat menggunakan mesin lama yang masih di pertahankan hingga kini.





