SEMARANG, beritajateng.tv – Kelompok suporter PSIS Semarang, Panser Biru, melakukan pembaruan struktur dukungan di tribun dengan merekrut capo dan dirigen baru pada tengah kompetisi Liga 2.
Langkah itu guna mengisi kekosongan sekaligus memperkuat soliditas organisasi setelah perubahan besar di tubuh manajemen PSIS Semarang.
Ketua DPP Panser Biru, Kepareng “Wareng”, menjelaskan bahwa regenerasi capo dilakukan karena capo sebelumnya dinilai sudah tidak sejalan dengan arah organisasi.
“Capo yang lama kemarin teman-teman melihat terlalu pro dengan Mas Yoyok [pemilik lama PSIS]. Makanya kami ingin pembaruan, ingin regenerasi,” ujar Wareng saat beritajateng.tv temui di kawasan Simpang Lima, belum lama ini.
BACA JUGA: Dukung Total PSIS Semarang Kontra Persipal Palu, Panser Biru Siap Semarakkan Stadion Jatidiri
Menurutnya, proses rekrutmen dilakukan dengan mengajak anggota Panser Biru yang dinilai memiliki bakat memimpin dukungan di tribun. Hingga saat ini, telah terpilih tiga capo dan dirigen baru.
“Kami ajak anak-anak yang punya potensi untuk jadi capo. Ada tiga yang sekarang,” katanya.
Wareng menegaskan para capo dan dirigen baru harus patuh terhadap keputusan organisasi. Loyalitas terhadap garis organisasi menjadi syarat utama agar tidak terulang konflik internal seperti sebelumnya.
“Pesan kami jelas, harus manut organisasi. Kalau organisasi A ya A. Kalau organisasi tidak dukung Mas Yoyok, ya harusnya ikut [tidak dukung], bukan malah berseberangan,” tegasnya.
Capo dan Dirigen Anyar, Panser Biru Kini Punya 12 Ribu Anggota Resmi
Selain membahas regenerasi capo, Wareng juga memaparkan jumlah anggota Panser Biru yang hingga kini mencapai 12.000 anggota resmi ber-KTA. Anggota tersebut tersebar luas di berbagai daerah, tidak hanya di Jawa Tengah.
“Yang ber-KTA ada 12 ribu. Tersebar di seluruh Indonesia, ada Bali, Kalimantan juga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, syarat menjadi anggota Panser Biru cukup melalui koordinator wilayah (Korwil) dengan pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA). Tanpa KTA, seseorang hanya berstatus simpatisan.













